694 Tenaga Kerja Ciamis Dirumahkan

129
0

CIAMIS – Sebanyak 694 tenaga kerja dirumahkan akibat dampak pandemi virus corona. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis Asep Dedi kepada Radar, Jumat (10/4).

Kata dia, tenaga kerja yang dirumah­kan berasal dari pabrik wajan, per­hotelan, pabrik kayu, rumah ma­kan, olahan makanan ringan dan lainnya. “Pekerja terpaksa diru­mahkan karena perusahaan berhenti beroperasi, kami contohkan dari pabrik makanan ringan makaroni, banyak barang yang tak laku karena pasar memang lagi sepi atau lesu, sehingga para pegawainya dirumahkan,” ujarnya.

Baca juga : SPP Ciamis Salurkan Hasil Bumi untuk Buruh Perantau Korban Covid-19 di Jakarta

“Kalau pabrik berhenti beroperasi, otomatis tenaga kerjanya dirumahkan dulu. Apalagi mayoritas di Ciamis kebanyakan adalah buruh harian lepas. Selain dirumahkan, ada juga yang diliburkan sementara seperti perhotelan,” katanya, menjelaskan.

“Berkaitan pesangon atau hal lainnya da­lam kondisi seperti ini ter­gantung da­ri perusahaan bersama pekerja yang bersangkutan,” katanya, menambahkan.

Kata dia, sampai saat ini pihaknya masih menunggu perusahaan-perusahaan yang belum melaporkan berapa jumlah tenaga kerjanya yang dirumahkan pada kondisi pandemi Covid-19 ini. Karena setia harinya terus ada penambahan, mengingat belum semua perusahaan yang melaporkan datanya.

Kemudian, kata dia, pihaknya pun mengimbau perusahaan yang masih beroperasi untuk bisa menerapkan protokol kesehatan dalam penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona. Mulai dari jaga jarak, menggunakan masker dan disediakan tempat cuci tangan untuk para pekerja.

Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis Imam Dana Kurnia menambahkan, diakui memang dampak pandemi corona ini dirasakan berbagai sektor, termasuk dunia kerja. Dirumahkannya para tenaga kerja karena keterpaksaan perusahaan yang berhenti beroperasi karena pandemi ini.

“Tentunya dalam hal ini pemerintah daerah harus terus melakukan pendataan, serta melakukan upaya penyampaian ini kepada pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Baca juga : Longsor Tutup Sungai Cijolang Ciamis, Warga Sekampung Ngungsi

“Harapannya mereka juga harus dibantu oleh pemerintah, karena yang dirumahkan ini tentunya hilang pekerjaan ada juga yang memang diliburkan sementara. Sementara mereka tetap membutuhkan penghasilan untuk sehari-hari,” ujarnya, menambahkan.

Dia mengaku prihatin terhadap tenaga kerja yang dirumahkan. Ketika mereka di PHK, otomatis jadi pengangguran. “Ini yang harus ditangani jangan sampai dibiarkan begitu saja, karena mereka pasti membutuhkan mata pencaharian,” katanya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.