7 Ambulans Dinkes Kota Tasik Hilir Mudik Evakuasi 33 Pasien Corona ke Rusnawa Unsil

1897
0
radartasikmalaya
Tim medis saat mengevakuasipulu han pasien covid-19 ke Rusunawa Unsil di Tamansari Kota Tasikmalaya. istimewa radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Evakuasi 33 pasien yang terkonfirmasi positif sejak Selasa (29/09) siang mulai dilakukan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya.

Sekitar pukul 16.45 WIB, sebanyak 7 mobil ambulans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik tiba di Rusunawa Unsil, Kecamatan Tamansari.

Pantauan radartasikmalaya.com di lokasi, 7 ambulans itu mirip konvoi kendaraan beriringan masuk ke lokasi Rusunawa. Setiap ambulans itu membawa 2 pasien yang terkonfirmasi positif.

Usai menurunkan pasien yang terkonfirmasi positif itu, tiap ambulans langsung disemprot disinfektan oleh petugas BPBD.

Sekitar 3 balikan mobil ambulans membawa pasien positif Covid tanpa gejala itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, evakuasi ini dilakukan karena 49 kamar isolasi khusus Covid-19 di RSUD dr Soekardjo overload.

“Ambulans ini membawa pasien yang terkonfirmasi ke Rusunawa. Ini sesuai instruksi pak wali karena RSUD kita sudah overload,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com di lokasi Rusunawa.

Terang Uus, ruang isolasi di RSUD dr Soekardjo seharusnya hanya untuk menampung pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Namun, saat ini semua ruangan isolasi di rumah sakit itu sudah terisi penuh. Ketika ada pasien yang memiliki gejala sedang hingga berat, pasien akan kesulitan mendapatkan penanganan.

“Saat ini sudah penuh kondisinya, karenanya kita buka di rusunawa untuk isolasi pasien tanpa gejala dan gejala ringan,” terangnya.

Mulai sore ini, beber Uus, pasien tanpa gejala atau dengan gejala yang dirawat di rumah sakit akan dipindahkan ke Rusunawa Unsil di Tamansari

Sebab, ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit tak boleh dalam kondisi penuh untuk mengantisipasi timbulnya pasien dengan gejala mendapat perawatan.

Uus menambahkan, secara aturan, pasien positif tanpa gejala atau dengan gejala ringan sebenarnya dapat melakukan isolasi mandiri.

Namun, melakukan isolasi mandiri juga harus mempertimbangkan berbagai aspek lainnya.

“Kita harus berhitung jangan sampai ada penularan yang tak disadari kalau isolasi mandiri. Apalagi, Kota Tasik adalah wilayah padat penduduk. Itu punya risiko penularan lebih cepat,” tambahnya.

Ia menandaskan, Dinkes pernah beberapa kali membiarkan pasien tanpa gejala melakukan isolasi mandiri. Namun, lantaran kesadaran menerapkan protokol kesehatan masih rendah, justru timbul klaster keluarga.

Dikhawatirkan, jika dilakukan isolasi mandiri, akan muncul klaster keluarga. Jika itu dibiarkan, akan menjadi klaster komunitas dan berujung ke karantina mikro.

“Ujungnya, kalau ada karantina mikro, akan membebani anggaran lebih besar,” tandasnya.

Maka, jelas Uus, di Rusunawa Unsil terdapat 80 tempat tidur yang tersedia. Namun, hanya 50 tempat tidur yang akan digunakan oleh pasien. Sisanya akan digunakan untuk tenaga kesehatan.

Ia berharap dibukanya Rusunawa Unsil untuk tempat isolasi dapat menampung pasien Covid-19 di Kota Tasik. Jika kasus terus bertambah, Pemkot siap gunakan hotel hingga gelanggang olahraga di kompleks Dadaha untuk dijadikan sebagai tempat isolasi.

“Yang penting masyarakat terlayani, pemutusan mata rantai bisa maksimal. Bila perlu sekolah kita pakai. Karena belum ada KBM tatap muka,” jelasnya.
(rezza rizaldi)

Baca Juga :

Pelaku Usaha di Kota Tasik Buka Sampai Jam 20.00, Kegiatan & Kerumunan Harus Bubar

Kota Tasik Darurat Corona, Rusunawa Unsil Penuh Pasien

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.