7 Kecamatan di Garut Zona Merah Covid-19, yang Positif 195 Orang

7337
0
PANTAU. Bupati Garut H Rudy Gunawan saat memantau penerapan protokol kesehatan di pusat keramaian Senin (21/9). Bupati menyebut saat ini Kabupaten Garut masuk darurat Covid-19. yana taryana / rakyat garut

GARUT KOTA – Wilayah berstatus zona merah di Kabupaten Garut kembali bertambah. Pekan lalu hanya ada lima kecamatan, namun minggu ada tujuh kecamatan berstatus zona merah.

Kecamatan Karangpawitan dan Sukawening yang semula berstatus zona orange kini berubah menjadi zona merah. Menyusul peningkatan kasus positif di kedua kecamatan itu.

Baca juga : GARUT DARURAT COVID-19, Ini 9 Wilayah di 6 Kecamatan yang Akan Diisolasi

Di Sukawening, ditemukan 14 kasus positif corona yang berasal dari transmisi lokal. Sedangkan Kecamatan Tarogong Kaler berada di zona orange setelah pekan lalu masuk ke zona merah.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan daerah lain yang masuk ke zona merah yakni Garut Kota, Banyuresmi, Tarogong Kidul, Cilawu dan Cikajang. Hingga kini kasus virus corona hampir menembus 200 kasus.

“Total sampai hari ini ada 195 kasus positif. Ada delapan kampung di enam kecamatan yang sekarang menjalani isolasi setelah ditemukan penyebaran virus corona,” ujar Helmi kepada wartawan, Senin (21/9).

Sedangkan kecamatan yang berada di zona orange, juga terdapat di tujuh kecamatan, yakni Wanaraja, Tarogong Kaler, Kadungora, Cibatu, Bayongbong, Limbangan dan Kecamatan Selaawi.

Kecamatan yang berada di zona kuning, terdapat 13 kecamatan, yaitu Pangatikan, Samarang, Pasirwangi, Leles, Leuwigoong, Kersamanah, Malangbong, Cigedug, Cisurupan, Sukaresmi, Bungbulang, Talegong dan Kecamatan Cibiuk.

Sementara sisanya terdapat 15 kecamatan berada di zona hijau. “Kami ingatkan untuk tetap patuhi protokol. Jangan banyak berkerumun untu saat ini,” katanya.

Helmi meminta agar semua unsur, mulai dari pegawai, perusahaan dan masyarakat tetap memakai masker, menjaga jarak fisik dan kerumunan massa dan rajin mencuci tangan.

“Saat membeli makan lebih baik untuk dibawa pulang (take away). Jangan makan di tempat dulu,” ucapnya.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku terus memantau dan melakukan razia penerapan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian. Tindakan ini dilakukan supaya masyarakat menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan sosial distancing.

“Kami melihat bagaimana masyarakat menggunakan masker dan saya melihat bagaimana social distancing-nya, karena PKL pun jangan asal dagang harus ada social distancing-nya itu wajib ada,” ujarnya.

Baca juga : Pelaku UKM Garut Segera Dapat Bantuan

Menurut dia, saat ini Kabupaten Garut sudah masuk masa darurat Covid-19, karena saat ini hampir 85 persen yang terkena virus corona di Garut masuk dalam status Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sekarang itu 85% orang itu OTG, sehat tapi positif corona. Untuk masyarakat Garut tetap melakukan sosialisasi menjaga jarak jangan lupa mencuci tangan pakai sabun yang mengalir dan yang lebih penting lagi adalah memakai masker ketika berada di luar rumah atau berkomunikasi dengan orang lain baik itu dengan keluarga ataupun orang lain,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.