7 Pasien Positif Corona di Kota Tasik Meninggal

4143
0
DIKEBUMIKAN. Petugas dengan APD lengkap melakukan pemakaman salah satu pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aisha Rasyida, Rabu (21/10). ISTIMEWA

TAWANG – Jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya yang meninggal dunia bertambah, Rabu (21/10). Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 pun mengalami penambahan.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya, ada penambahan sebanyak tujuh pasien sampai Rabu pagi. Sehingga jumlah total kasus positif 369 orang.

Baca juga : UNSIL Tasikmalaya Ditutup karena Sterilisasi Covid-19, Kecuali Fakultas Ekonomi

Dari informasi yang dihimpun Radar, Rabu sore ada satu pasien asal Kecamatan Tawang yang meninggal dunia. Selain terkonfirmasi virus, pasien tersebut memiliki riwayat radang paru-paru.

Saat dikonfirmasi, Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo H Dudang Erawan Suseno mengakuinya. Dia mengatakan pasien tersebut sudah sekitar empat hari ditangani di rumah sakit. “Yang bersangkutan masuk tanggal 18 Oktober,” ujarnya.

Hal itu dikuatkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) H Ucu Anwar. Pihaknya mengaku mendapat koordinasi untuk pemakaman salah satu pasien positif. “Iya hari ini (kemarin, Red) kami laksanakan proses pemakaman pasien,” tuturnya.

Dalam prosesnya, pemakaman tidak mengalami kendala menonjol. Pihak keluarga bisa menerima sehingga jenazah langsung dikebumikan.

“Pemakamannya di Aisha Rasyida Tamansari,” tuturnya.
Selain kasus meninggal dan penambahan kasus, ada juga pasien yang sembuh sebanyak tujuh orang. Mereka dinyatakan negatif dan diperbolehkan keluar dari ruang isolasi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat masih melakukan tracing terhadap pasien positif yang merupakan pegawai perguruan tinggi di Kota Tasikmalaya. “Kami masih proses tracing,” katanya.

Baca juga : GEGER.. Kakek Warga Bojong Cipedes Kota Tasik Ditemukan Menggantung di Dapur

Untuk sterilisasi atau desinfeksi, pihak lembaga melaksanakannya secara mandiri. Pasalnya di lembaga tersebut sudah memiliki satgas internal. “Tidak masalah mau mandiri atau sama pemerintah, yang penting ada koordinasi,” pungkasnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.