7 Tempat Usaha di Kota Tasik Langgar Jam Malam Disanksi

2758
0
TEGUR. Satgas Penanganan Covid-19 menegur salah satu tempat makan yang buka melebih jam batas operasional.
TEGUR. Satgas Penanganan Covid-19 menegur salah satu tempat makan yang buka melebih jam batas operasional.

MANGKUBUMI – Selama awal Desember 2020, Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya menemukan masih adanya pelanggaran penggunaan masker sebanyak 198 pelanggar dan jam operasional melebihi ketentuan sebanyak 7 unit usaha. Padahal kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus berangsur naik, dan Kota Resik masuk kategori zona merah.

Kepala Bidang Trantibum dan Tranmas Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah menjelaskan kebijakan yang diatur melalui surat edaran, kembali mengurangi jam aktivitas masyarakat terutama di malam hari. Semula, Gugus Tugas Covid-19 menetapkan operasional aktivitas sampai pukul 23.00 di awal Desember ini kembali ke pukul 21.00.

“Pimpinan kami mempertimbangkan adanya peningkatan kasus terkonfirmasi positif yang terus berangsur naik, maka dari itu potensi penyebaran melalui kerumunan kita tekan dengan mengurangi jam aktivitas kembali sampai pukul 21.00,” tuturnya kepada Radar, Jumat (12/11).

Dia menjelaskan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, per Jumat (12/11) kasus terkonfirmasi tembus di angka 1.260 kasus. Peningkatan signifikan dari beberapa hari terakhir, menuntut semua pihak untuk lebih memperhatikan protokol kesehatan.

“Maka Pimpinan kami memutuskan untuk pengefektifan kembali pembatasan ruang gerak, salah satunya menekan kerumunan dengan pembatasan jam operasional usaha. Awal Desember ini kita temukan adanya minimarket, caffe dan kedai tempat nongkrong masih melewati jam operasional,” kata dia.

“Sementara untuk penggunaan masker trennya terlihat terus membaik dan temuan di lapangan juga mulai menurun. Hanya kerumunan yang masih terlihat terjadi di beberapa titik,” sambung Yogi.

Kasi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Sandi Apriadi Sugih merinci sejak operasi Gugus Tugas Covid-19 dilaksanakan sampai 10 Desember 2020. Satgas mencatat 3.919 kasus disanksi sosial. 137 tempat usaha diberi peringatan tertulis, lantaran melanggar jam operasional.

“Kemudian pelanggar yang dikenai denda sebanyak 287 kasus dan aktivitas usaha ditutup sementara 63 unit,” rincinya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.