70% Perkara di Kejaksaan Kota Tasik Didominasi Kasus Narkoba

87
0
radartasikmalaya.com
Kajari Kota Tasik, Fajaruddin, memusnahkan berbagai barang bukti kasus narkoba, Selasa (27/10) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kasus perkara penyalahgunaan narkoba cukup tinggi di Kota Tasikmalaya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasik mencatat, dari seluruh kasus yang ada hingga kini, sebanyak 70 persen didominasi kasus narkoba.

Hal itu dikatakan Kepala Kejari (Kajari) Kota Tasik, Fajaruddin kepada radartasikmalaya.com usai memusnahkan barang bukti perkara narkoba seperti ganja, sabu, tembakau gorila, ekstasi dan lain sebagainya.

“Sebanyak 70 persen perkara di Kota Tasik ini berkaitan dengan narkoba. Peningkatan perkara narkotiba ini agak kontradiktif dengan status Tasik sebagai
Kota Santri,” katanya.

Dengan banyaknya perkara narkoba ini, terang dia, maka akan menjadi penilaian buruk masyarakat terhadap Kota Tasik. Dia pun meminta kasus narkoba ini harus jadi perhatian semua pihak.

“Jadi agar lebih meningkatkan sosialisasi, sehingga perkara narkoba menurun. Perkara narkoba ini banyak melibatkan orang di level bawah. Belum ada satupun bandarnya yang bisa kita pidanakan. Saya berharap ke depan ini menjadi fokus kita,” terangnya.

“Sepanjang kita belum dapat bandar utamanya, susah kita berantas narkoba. Peran masyarakat dalam hal ini kita butuhkan untuk pemberantasan narkoba. Jadi kita bisa bersama bersinergi dalam memberantas narkoba,” sambungnya.

Sementara itu Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R) Kejari, Yussie Cahaya menuturkan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan Kajari adalah yang dikumpulkan selama 1 semester atau 6 bulan.

“Jadi kita musnahkan 3,9 kilogram ganja dari 9 perkara, sabu 58,8 gram dari 47 perkara, 68,4 gram tembakau gorila dari 2 perkara, 0,9 geam ekstasi dari 1 perkara, bong, sajam dan obat terlarang lainnya,” tuturnya.

Jelas dia, pemusnahan barang bukti ini rutin dilakukan dan wajib dilaksanakan. Bagi jaksa sendiri, pemusnahan ini adalah satu satu tugas akhir Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam mengeksekusi barang bukti setelah melakukan eksekusi badan dan eksekusi biaya perkara dilaksanakan.

“Lalu ini juga satu rangkaian akhir tugas kami yang dimulai dari penerimaan barang bukti, pencatatan barang bukti, penyimpanan barang bukti dan berakhir dengan pemusnahan barang bukti ini,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.