70% Siswa di Kota Banjar Ikut Belajar Daring

41
0
Ahmad Yani Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar
Ahmad Yani Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar
Loading...

BANJAR – Pandemi Covid-19 membuat peserta didik harus mengikuti pembelajaran dengan sistem daring (online). Namun, jumlah partisipasi anak didik mengikuti pembelajaran daring hanya 70 persen.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar H Lukmanulhakim melalui Kabid Dikdas drs Ahmad Yani MPd membenarkan hal itu. Kata dia, 30 persennya lagi gawai atau handphone dibawa orang tuanya atau tidak memiliki kuota atau jaringan internet.

“Justru pengumpulan tugas anak didik (SD, SMP, Red) sebanyak 95 persen. Rata-rata mereka mengumpulkan tugas yang diberikan oleh gurunya,” kata dia, Selasa (9/2/2021).

Menurut dia, hal itu berdasarkan hasil instrumen verifikasi pembelajaran daring setiap sekolah. Dia menyebut dari 86 SD yang merespon hanya 72 sekolah. Sedangkan SMP dari sebanyak 25 sekolah yang merespon hanya 16 sekolah. Total keseluruhan 88 sekolah yang merespon dan mengisi instrumen tersebut.

“Salah satu poin instrumen itu yakni menanyakan gawai atau hape yang digunakan anak didik saat mengikuti pembelajaran daring,” kata dia.

loading...

Baca juga : Satgas Covid-19 Kota Banjar Pantau Prokes ke Tingkat Desa

Dia mengatakan sebanyak 88 persen kepemilikan gawai anak didik tingkat SD milik orang tuanya. Dan 89 persen paket data yang digunakan pun milik orang tuanya. Sedangkan anak didik tingkat SMP sebanyak 82 persen dan paket data yang digunakan sebanyak 87 persen.

“Kenapa lebih kecil? Karena kepemilikan gawai dan paket data milik sendiri, berbeda dengan anak SD,” tandasnya.

Kata dia, mereka tidak memiliki gawai dan paket kuota harus menjadi perhatian para guru-guru di sekolah.

“Jangan hanya memperhatikan anak didik yang memiliki gawai dan paket kuota. Tapi mereka yang tidak. Caranya gimana? Yakni dengan Toserba. Bukan toko serba ada, tapi tutor sebaya (Toserba),” ujarnya.

Dia menambahkan Toserba merupakan terobosan dalam meminimalisir anak didik yang tidak memiliki gawai dan paket kuota. Anak didik atau teman mereka yang memiliki paket komplet (gawai dan kuota) bisa membantu temannya yang tidak punya ikuti belajar daring. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.