71 Orang Warga Kota Tasik Dilarang Berkeliaran

9729
1

TASIK – Sebagai 71 warga yang dilacak Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, lantaran memiliki kontak erat dengan satu pasien positif Covid-19.

Mereka dilarang bepergian keluar rumah apalagi ke luar kota. Sebagai upaya menekan risiko penyebaran virus itu di Kota Resik.

“Semuanya berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Jangan keluar kota dulu, atau bepergian. Setiap hari tim dari Dinkes mengecek terus perkembangannya,” ujar Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan kepada Radar, Kamis (26/3).

Baca juga : Sekda Jabar: Warga Jangan Mudik, Jangan Piknik!
Baca juga : Ini Berita-Berita Hoaks Soal Corona yang Resahkan Warga Kota Tasik

Menurutnya, sejauh ini dari laporan Dinas Kesehatan, ke-71 warga tersebut telah dirumahkan dan tidak beraktivitas di luar rumah.

Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, supaya bisa segera memastikan kondisi puluhan ODP tersebut terkait status medisnya.

“Dinkes tadi sudah koordinasi dengan Pemprov, kalau kita dapat bantuan rapid test, mereka menjadi salah satu prioritas yang harus segera dicek,” kata dia.

Loading...

Ivan yang juga Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya mengatakan apabila alat test tersebut tiba, dan hasilnya segera ditemukan, pihaknya bisa membuat perlakuan berbeda terhadap pasien-pasien yang hasilnya negatif.

Baca juga : Pemprov Jabar Larang Warga Pulang Kampung untuk Antisipasi Penyebaran Corona

“Ketika sudah negatif, perlakuannya berbeda. Lebih ringan nanti tritmen-nya, namun tetap kita pantau,” tuturnya.

Perkembangan penyebaran Covid-19 sendiri, lanjut dia, saat ini Pasien Dalam Pemantauan (PDP) bertambah menjadi 11 orang. Sementara ODP sudah menembus angka 128 orang.

Dia berharap masyarakat dapat memahami supaya upaya penanganan yang dilakukan pemerintah bisa membuahkan hasil, demi kesehatan dan keselamatan masyarakat juga.

“Kita juga sudah terapkan cafe untuk take away, kalau keluar beli makan dan berinteraksi, ini sembuh lainnya jadi.

Seperlunya saja, jangan makan ditempat, ngobrol nongkrong,” kata Ivan.

Sementara itu, alat perlindungan diri (APD) yang dipesan Dinkes sebagian sudah tiba di Kota Tasikmalaya.

Termasuk Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya pun masih menyimpan APD sisa program penanganan flu burung beberapa tahun dulu.

“Itu sudah kita minta serahkan dulu ke Dinkes supaya dicek, bisa dipakai tidaknya. Semoga sih bisa digunakan,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, usai diumumkannya satu warga Kota Tasikmalaya dinyatakan positif terinfeksi virus corona ( covid-19), Pemerintah Kota Tasikmalaya langsung melacak 71 orang yang kontak erat dengan pasien positif tersebut.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat memberikan keterangan pers di Bale Kota Tasikmalaya, Rabu (25/3).

Mewakili Tim Gugus Tugas, Budi menyebutkan perkembangan penularan covid-19 di Kota Tasik terakhir, sebanyak 116 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 18 diantaranya sudah dinyatakan sehat sementara 98 lainnya masih dalam pemantauan tim medis, di rumah masing-masing.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 10 orang yang ditetapkan, 5 diantaranya sudah selesai dites sampel darahnya di Laboratorium Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

“5 sampling yang kita serahkan, 3 sudah muncul dan diserahkan kembali ke Kota Tasik 2 lainnya masih proses. Hasilnya 2 negatif, 1 positif terinfeksi virus corona,” kata Budi menjelaskan.

Sejauh ini, kata Budi, kondisi pasien yang positif tersebut relatif baik.

Namun, pihaknya terus berkomunikasi untuk mengonsultasikan perkembangan pasien tersebut dengan rumah sakit rujukan Jawa Barat.

Sebab, penanganan pasien dilaksanakan di Kota Tasikmalaya.

“Ketika RSHS atau Jakarta penuh dan menolak, kita harus mampu merawatnya. Sebab, tiap daerah tak bisa menunggu dan harus bersiap masing-masing,” ujarnya.

Budi menceritakan pasien yang positif terinfeksi corona tersebut memiliki riwayat pernah berkunjung ke Yogyakarta dan Jakarta belakangan ini.

Kewajiban Gugus Tugas, lanjut dia, melacak 71 orang yang berkontak erat dengan pasien terdekat.

“Jadi yang positif itu, kita tracking siapa saja yang kontak erat dengannya, terdata ada 71 orang dan itu dalam pemantauan kami,” katanya.

Dia memaparkan petugas kesehatan juga telah melakukan penelurusan warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien.

Lantaran diduga virus itu dibawa dari luar Kota Tasik. Untuk itu, tambah Budi, Pemkot Tasikmalaya berencana membuat posko di pintu masuk.

“Kita berencana memasang tenda di batas kota. Jadi setiap yang masuk bisa diperiksa suhu tubuhnya,” terangnya.

Baca juga : Ratusan Buruh PT KAI Diusir Muspika Cibeureum Kota Tasik

Ia menambahkan pihaknya pun telah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dapat melaksanakan rapid test atau tes secara massal kepada warga.

“Namun, tes untuk sementara hanya dilakukan di daerah yang telah masuk zona merah,” paparnya.

Untuk sementara, Budi mengingatkan agar warga mengikuti arahan yang telah diberikan pemerintah dengan tetap di rumah dan menghindari kerumunan massa.

“Jika tak ada keperluan yang sangat mendesak, tidak perlu ke luar rumah, apalagi pergi ke luar kota. Jangan sampai anggap sepele. Di rumah saja dulu,” tegasnya. (igi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Seharus di jelaskn warga mna kelurahn mna jadi masrakat lebih waspda contoh misalnya yg positip dari sukalaya ..jadi masrakat lebih waspda kalau mau ke sukalaya .jangan cma jumlahnya .yg gak boleh di beberkan identitas pasien itu hrs d lindungi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.