Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

7,5 M untuk Jalan Tinewati-Singaparna

57
0
DIBANGUN. Pembangunan Jalan Tinewati-Singaparna di Kecamatan Singaparna mulai dikerjakan dengan anggaran Rp 7,5 miliar, Jumat (11/10). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai mengerjakan pembangunan Jalan Tinewati-Singaparna di Kecamatan Singaparna, Jumat (11/10). Pembangunan jalan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan ini menelan anggaran Rp 7,5 miliar.

Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya Atep Dadi Sumardi mengatakan, pembangunan jalan tersebut masuk dalam program dinas untuk menghubungkan dua ruas jalan yang ada di Kecamatan Singaparna. Sehingga meminimalkan kemacetan dan penumpukan kendaraan ketika momen-momen ramai.

“Ini menghubungkan Jalan Tinewati menuju pusat ibu kota Kabupaten Tasikmalaya. Jalan ini dijadikan alternatif untuk percepatan dan mengurangi kemacetan di ibu kota,” ujarnya kepada Radar, Jumat (11/9).

Kata Atep, jalan terebut mempunyai panjang 727 meter, pembangunan median jalan 2 meter, trotoar 1,5 meter, penunjang 425 meter dan lebar jalan masing-masing 7 meter. Saat ini sedang prose pengerasan jalan, sedangkan untuk pengaspalan hotmix dilakukan 2 lapis.

“Target penyelesaiannya pada akhir Desember tahun ini dengan jangka waktu selama 90 hari kalender. Anggara pembangunan Jalan Tinewati-Singaparna ini bersumber dari Bantuan Provinsi Banprov (Banprov) dengan nominal mencapai Rp 7,5 miliar lebih,” ujarnya.

Atep mengakui memang pembangunan jalan ini sempat molor dikarenakan terbatasnya anggaran yang ada. Sehingga dilakukan secara bertahap, mulai dari pembebasan lahan, pembentukan jalan, pembangunan jembatan yang kebetulan terdapat 2 jembatan. Sehingga minimal dapat terhubung dulu, baru sekarang dilakukan pembangunan jalan.

“Jika dilaksanakan secara sekaligus tentunya membutuhkan anggaran yang luar biasa. Dampaknya peningkatan jalan atau pembangunan yang lainnya akan terabaikan, jika hanya fokus ke satu titik,” terangnya.

Lanjut dia, walaupun anggaran untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan sangat terbatas, pihaknya menargetkan peningkatan kualitas jalan di Kabupaten Tasikmalaya bisa merata secara bertahap.

Jelas Atep, rasio ruas jalan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sampai Desember 2018  dalam kondisi mantap mencapai 67,72 persen. Jalan dalam kondisi baik itu sepanjang 575,62 kilometer, kondisi sedang sepanjang 306,99 kilometer dan kondisi rusak sepanjang 420,71 kilometer.

“Untuk target kita di tahun ini, jalan dengan kondisi mantapnya mencapai 68,99 persen. Mudah-mudahan dengan kegiatan-kegiatan pembangunan, baik itu pembangunan jalan maupun peningkatan kualitas jalan yang dianggarkan di 2019 betul-betul dapat tercapai,” harapnya.

Kata dia, memang ada skala prioritas untuk pembangunan jalan di Kabupaten Tasikmalaya seperti Jalan Mangunreja-Sukaraja yang sudah cukup lama belum ada perbaikan. “Tahun ini memang belum teranggarkan, mudah-mudahan tahun depan bisa dialokasikan untuk perbaikannya,” katanya, menjelaskan.

Camat Singaparna Kusnanto SSos mengatakan, adanya Jalan Tinewati-Singaparna akan membantu mengembangkan daerah ibu kota. Termasuk bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di jalan utama. Karena, sudah bisa dipastikan setiap tahun pada momen Idul Fitri atau hari besar lainnya Singaparna selalu macet.

“Pastinya sangat menyambut positif, warga pun bisa lebih dekat dan tidak menghabiskan waktu lama ketika akan menuju ke lokasi pusat pemerintahan atau sebaliknya ke rumah sakit,” katanya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.