Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.3%

78 Reklame di Kota Tasik Nunggak Pajak

130
0
Diskominfo Kota Tasikmalaya OPERASI. Sejumlah reklame perusahaan dipasangi stiker nunggak pajak, Senin (15/6).

CIHIDEUNG – Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya menandai reklame milik perusahaan smartphone di dua titik di wilayah Cihideung.

Stiker bertuliskan ‘Reklame ini belum bayar pajak’ dipasang pada 26 titik.

Kepala Bidang PAD 3 Bapenda Kota Tasikmalaya Ane Juliana MM mengatakan stiker itu dipasang, lantaran sudah berulang kali sampaikan teguran ke pihak perusahaan.

Baca juga : Polisi Pastikan Pembagian BPNT di Kabupaten Tasik Tepat Sasaran

Termasuk didatangi Satpol PP. “Tetapi tak kunjung ada respons. Sampai Juni ini belum juga membayar, maka kami lakukan pemasangan stiker sebagai warning agar segera selesaikan tunggakan,” tuturnya kepada wartawan disela penyegelan, Senin (15/6).

Menurutnya, operasi itu dilakukan terhadap wajib pajak yang menunggak jatuh tempo pada 2019.

Pihaknya mendata ada sekitar 78 reklame perusahaan serupa se-Kota Tasikmalaya.

Dia berharap dengan pemasangan tersebut, pihak perusahaan beritikad baik untuk segera melunasi pajak.

“Namun kalau sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada itikad baik, kami akan tindak lebih lanjut.

Tapi, semoga saja bisa lunasi segera, sebab ini kan dibaca orang, perusahaan juga diingatkan,” kata dia memaparkan.

Manajer Operasional Plaza Asia Roni Apriliansyah mengatakan pihaknya tidak mengurus perpajakan atas sejumlah reklame perusahaan smartphone yang dipajang di kompleks mal.

Biasanya, perusahaan yang beriklan di properti mal melaksanakan pembayaran pajak secara mandiri.

“Itu terlepas dari kami selaku pengelola mal. Perusahaan langsung ke Bappenda dalam menunaikan kewajiban pajaknya,” ucap Roni.

Penempelan stiker tunggakan pajak juga dilaksanakan di Jalan Nagarawangi.

Baca juga : Over Kapasitas & tak Manusiawi, Lapas Tasik Harus Direlokasi

Front Office salah satu toko smartphone di jalan itu, Yanto mengaku tidak tahu menahu kaitan pembayaran pajak reklame.

Ia menyebut, biasanya berkaitan hal kewajiban pajak dan lain sebagainya langsung ditangani oleh atasannya. “Biasanya langsung pemasang dengan dinas komunikasinya. Ke kami tidak sampai hal seperti itu,” tuturnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.