8 Alat Deteksi Tsunami Pantai Selatan Garut Rusak

148
0

TAROGONG KIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyatakan, seluruh alat peringatan dini tsunami atau early warning system (EWS) yang ada di wilayah selatan Garut dalam kondisi rusak. Padahal keberadaan EWS sangat penting untuk memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi tsunami.

“Total EWS yang dipasang itu ada 8 unit. Semua EWS itu kini dalam kondisi rusak,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Mitigasi Bencana BPBD Garut Tubagus Agus Sofyan, kepada wartawan, Rabu (30/9).

Baca juga : KKMPB Rekomendasikan Langkah Pemkab untuk Mitigasi Tsunami di Pantai Selatan Garut

Menurut dia, dengan kondisi alat pendeteksi yang sudah rusak ini, maka pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan mitigasi bencana untuk mencegah banyaknya korban jika terjadi tsunami.

“Sekarang alat EWS ini sudah tidak bisa dipakai dan memberi peringatan jika terjadi bencana. Jadi kita maksimalkan mitigasi bencana,” ucapnya.

Tubagus menerangkan, EWS tersebut dipasang BNPB pada 2013. Kerusakan terjadi selain karena korosi, juga akibat tangan jahil masyarakat. Sejumlah bagian dari EWS ada yang dicuri hingga tak berfungsi.

Loading...

Ke delapan EWS itu dipasang di Kecamatan Cibalong, Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk, Pantai Karangpapak Cikelet, Cigadog Cikelet, Desa Karangsari Cikelet, Mekarmukti, SMPN 3 Bungbulang, dan Pantai Rancabuaya Caringin.

Pemasangan delapan EWS di sepanjang Pantai Selatan Garut tersebut, dilakukan bersamaan dengan pemasangan EWS Se-Pulau Jawa oleh BNPB.

“Sudah keropos, ada yang rusak berat juga. Pemeliharaannya tidak diberikan ke Garut. Tapi masih sama pusat,” ujarnya.

Kekhawatiran akan terjadinya tsunami besar dirasakan masyarakat di pesisir selatan Garut. Asep Hidayat (43), nelayan di Rancabuaya, Kecamatan Caringin, mengaku sudah mendapat kabar soal potensi tsunami 20 meter.

Apalagi wilayah selatan Garut kerap diguncang gempa. Kepanikan sering dirasakan karena khawatir akan terjadi tsunami. “Takut ada tsunami kalau sudah gempa. Soalnya dekat ke pantai.

Beberapa kali saya ikut simulasi dari BPBD untuk menyelamatkan diri,” kata Asep.

Asep mengaku sudah diberi tahu ciri-ciri jika terjadi tsunami. Jalur evakuasi juga sudah disiapkan seandainya terjadi tsunami.

Baca juga : 11 Napi di Lapas Garut Positif Corona

Terkait EWS yang terpasang di Pantai Rancabuaya, menurut Asep sudah lama rusak. Ia menyebut, banyak tangan jahil yang merusak alat tersebut.

“Ada beberapa alat di dalam EWS yang dicuri katanya. Jadi tidak berfungsi. Masih ada alatnya di laut, sering lihat saya juga,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.