8 Juta UKM Bidik Market Online

252
Ilustrasi Smartphone terkoneksi ke Internet

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) optimistis pertumbuhan UKM bakal pesat. Pada 2020 nanti, pelapak UKM masuk market place Bukalapak bisa menembus angka 8 juta. Maklum, dalam dua tahun terakhir UKM mengalami peningkatan secara signifikan.
”Terus terang saya bangga dengan Bukalapak yang menjadikan UKM sebagai mitra. Melihat perkembangan saat ini, pelaku UKM masuk Bukalapak bakal mencapai 2,2 juta UKM,” tutur Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, di Jakarta, beberapa waktu lalu. Puspayoga menaruh harapan besar terhadap Bukalapak. Berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional diiringi pemerataan kesejahteraan. Apalagi, pihaknya bilang Puspayoga terus menggulirkan program skema pembiayaan berbunga murah bagi UKM. Di mana, tahun ini suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) akan diturunkan menjadi 7 persen.
Selain KUR, ada juga kredit Ultra Mikro Indonesia atau UMI lebih murah. Ada juga program kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Di mana, UKM bisa mengimpor bahan baku bagi produk dengan bea masuk nol. UKM bisa memanfaatkan itu platform supaya tetap kokoh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa. ”Jadi, banyak opsi kami tawarkan kepada UKM,” imbuh Puspayoga.
CEO Bukalapak Ahmad Zaki menambahkan kehadiran Bukalapak bertujuan mengangkat UKM. Itu penting supaya UKM Indonesia bisa berkembang dan naik kelas. Sebab, kalau UKM maju dan besar maka Indonesia bakal maju. ”efeknya sangat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi. Dan, UKM sudah mampu membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia,” ucap Zaki.
Zaki melanjutkan saat ini Bukalapak telah dikunjungi 35 juta orang per bulan. Artinya, 30 persen netizen di Indonesia berkunjung ke Bukalapak setiap bulan. Berdasar catatan itu, tidak mengherankan kalau UKM berbondong-bondong menjadi pelapak untuk jualan secara online gratis, efektif, dan efisien. ”Ini sebuah kehormatan bagi kami,” tukas Zaki.
Selain itu bilang Zaki, tercatat 320 ribu transaksi setiap hari. Tidak hanya itu, rata-rata omzet per pelapak UKM meningkat secara kualitas. Di mana, tahun lalu rata-rata omzet tercatat Rp 30-40 juta, meningkat dari periode sama 2016 di kisaran Rp 15-20 juta. Dan, delapan tahun mendatang diharap menjadi aset bangsa dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. ”Kami ingin menjadi pembayar pajak terbesar dan mempekerjakan lebih banyak orang,” harap Zaki. (far/jpg)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.