80 Persen Sayuran Untuk Kebutuhan Masyarakat Pangandaran Dipasok Luar Daerah

24

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PARIGI  – Sebagian besar pasokan sayur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Pangandaran berasal dari luar daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran H Endang Ahmad Hidayat, sekitar 80 persen sayuran yang dijual di pasar Pangandaran dipasok dari luar daerah. “Kebanyakan dari Banjar, Cilacap dan lainnya,” ungkap dia kepada Radar saat ditemui di gedung DPRD Jumat (12/10).
Sementara untuk ketersediaan daging sapi dan ayam di Pangandaran masih mencukupi. “Jadi tidak perlu memasok dari luar, karena populasi sapi di kita masih banyak,” ujarnya.
Sebenarnya, menurut dia, masih banyak lahan pertanian yang masih belum tergarap oleh para petani.”Padahal jika dimaksimalkan, bukan tidak mungkun kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri,” terangnya.
Selain itu, banyak petani yang lebih fokus untuk menggarap lahan sawah, ketimbang bercocok tanam sayuran. “Daripada menunggu hujan datang untuk mengairi sawah, padahal bisa diselingi dengan bercocok tanam berbagai sayuran, mindset ini yang harus diterapkan kepada petani saat ini,” jelasnya.
Menurutnya, jenis sayuran yang bisa jadi produk unggulan Kabupaten Pangandaran seperti kacang panjang, labu syiam, kangkung, dan ketimun. “Dan sekarang  tergantung petaninya mau atau tidak melaksanakan,” ujarnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Koperasi UMKM dan Perdagangan (DPMPTSPKP) Pangandaran  Tedi Garnida membenarkan, sebagian besar sayuran yang ada di pasar, dipasok dari luar daerah. “Kalau ketimun dan terong masih terpenuhi, tapi sayuran seperti kangkung hampir semuanya dipasok dari luar,” terangnya.
Tedi setuju, jika mindset petani di Pangandaran harus diubah, agar tidak terlalu fokus mengolah lahan sawah. “Tentunya SKPD terkait harus mindset mereka” tuturnya. (den)

loading...