800 PTPS Pangandaran Jalani Rapid Test

67
0
Loading...

PANGANDARAN – Menjelang pemungutan suara Pilkada 2020, yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang, sebanyak 800 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) mengikuti Rapid tes.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan rapid tes ini dilakukan untuk mencegah adanya PTPS yang reaktif di 9 Desember mendatang.

“Dikhawatirkan pas pencoblosan nanti tiba-tiba ada yang positif, makanya kita lakukan rapid tes ini tidak kurang dari 14 hari sebelum pencoblosan,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (26/11).

Pelaksanaan rapid tes ini dilaksanakan secara ber­tahap selama beberapa hari. “Jadi dibagi beberapa gelombang, agar tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Baca juga : HNSI: Lobster di Pangandaran Harus Dilestarikan

Loading...

Menurutnya, anggaran rapid tes ini bersumber dari APBN, termasuk dengan biaya APD dan lain-lain. “Tidak sampai miliaran, semuanya mungkin sampai ratusan juta,” ungkap dia.

Ia berharap pas pelaksanaan pemungutan suara nanti, tidak ada yang reaktif dan harus di swab tes. “Ya kita ikuti saja aturan protokol kesehatannya,” kata dia.

Pelaksanaan rapid tes juga dilakukan KPU Kabupaten Pangandaran terhadap Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) dan jajaran dibawahnya. “Dilakukan pada Selasa (24/11),” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat.

Maskuri mengatakan terciptanya klaster pada waktu pungut hitung nanti, menjadi kekhawatiran semua pihak. “Kekhawatiran tetap ada dan kita harus jalankan protokol kesehatan,” jelasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.