Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.7%

7.4%

69.8%

874 Siswa SMAN 10 Kota Tasik Ditargetkan Punya Keterampilan Hidup Mumpuni

200
0
ISTIMEWA RAPAT. Kepala SMAN 10 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT (kedua, kiri) berkoordinasi dengan organisasi kesiswaan mengenai pembelajaran di tengah pandemi, kemarin.
ISTIMEWA RAPAT. Kepala SMAN 10 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT (kedua, kiri) berkoordinasi dengan organisasi kesiswaan mengenai pembelajaran di tengah pandemi, kemarin.

TASIK – SMAN 10 Tasikmalaya menggulirkan program paripurna. Pada program ini, sebanyak 874 siswa ditargetkan untuk mempunyai keterampilan hidup yang mumpuni.

Kepala SMAN 10 Tasikmalaya Dr H Yonandi SSi MT mengatakan pihaknya menargetkan agar siswanya mempunyai keterampilan hidup yang mumpuni misalnya keahlian tahfiz, olahraga dan memiliki keahlian vokasi.

“Siswa kita dicetak agar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” katanya kepada Radar, Jumat (11/9).

Untuk membentuk siswa yang punya keahlian tersebut, SMAN 10 juga punya double track kurikulum. Dengan begitu, siswa tidak hanya mendapatkan ijazah tetapi mempunyai sertifikat keahlian, misal ahli IT, wirausaha dan lainnya.

“Siswa pun nantinya mampu memajukan sekolah dan mengejar prestasi,” katanya.

Lanjutnya, SMAN 10 juga selalu menyiapkan siswa agar bisa bersaing di era industri 4.0 ini dengan menggulirkan program belajar bahasa Inggris, Arab dan Jepang.

“Kita benar-benar garap itu (program bahasa asing, Red), baik pada kurikulum pembelajaran atau kebiasaan percakapan siswa. Salah satunya membuat area atau zona bahasa Inggris, Arab, dan Jepang di fasilitas umum sekolah,” katanya.

Selain itu, masjid sekolah yang saat ini sedang dibangun nantinya akan difungsikan sebagai pusat peradaban, syiar agama dan pembentukan karakter siswa.

“Setelah jadi, saya ingin memak­murkan masjid. Dari pagi sampai sore bisa menjadi tempat menuntut ilmu dan pengembangan karakter,” ujarnya. Ia pun berencana untuk membuat basis sekolah boarding school.

Wakasek Kesiswaan Asep Yudi Ke­lana SPd menjelaskan, fokus utama pendidikan di SMAN 10 ini yakni pembenahan atau pembinaan karakter. Program ini diwujudkan dengan menggandeng guru agama, tokoh agama sekitar dan orang tua.

“Awal masuk harus membina siswa agar memiliki kepribadian yang baik. Tujuannya untuk memutuskan mata rantai sifat buruk yang nantinya membuat generasi muda kita lemah,” katanya.

Selain itu, di masa pandemi ini tugas pokoknya menjaga siswa menjalankan program belajar dari rumah yang efektif. Makanya pihak sekolah menjalin sinergi dengan orang tua untuk bahu membahu menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang efektif dan menggali kompetensi siswa.

“Berharap semua lulusan dari sini me­miliki potensi dan kom­pe­tensi keteram­pilan dasar akade­mik ataupun non akademik,” kata­nya. Menurutnya, anak didik itu merupakan generasi emas.

Jadi po­tensi sedikit pun tidak bo­leh diabai­kan. “Maka harus dapat di­ga­li segala keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.