9 Pelaku Setubuhi ABG di Tasik Selatan Tergiur saat Mancing Bersama

229
0
EKSPOSE. Sembilan terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur resmi ditetapkan tersangka, Kamis (26/11). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
EKSPOSE. Sembilan terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur resmi ditetapkan tersangka, Kamis (26/11). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Setelah proses pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya, akhirnya sembilan saksi terduga pelaku persetubuhan gadis di bawah umur dan pencabulan ditetapkan menjadi tersangka, Kamis (26/11).

Kesembilan tersangka tersebut yakni AS (70), IY (35), SD (39), MT (60), A (58), HS (40), DD (45), WG (63) dan NG (40). Semuanya merupakan tetangga korban dan sebagian masih kerabat saudaranya yang melakukan persetubuhan terhadap gadis berusia 14 tahun ini.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno SIK MM mengatakan, kasus persetubuhan anak di bawah umur akhirnya terungkap dan para pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka setelah menjalani berbagai pemeriksaan.

“Setelah kami mendapatkan laporan dari keluarga dan KPAID, kemudian melakukan visum terhadap korban. Penyelidikan serta pemeriksaan terhadap korban dan sembilan orang terduga pelaku, kemudian gelar perkara, akhirnya kita tetapkan mereka sebagai tersangka dalam kasus ini,” ujar Hario kepada wartawan usai ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, kemarin.

Dia mengatakan, perbuatan asusila para tersangka terhadap korban sudah berlangsung satu tahun, sejak 2019-2020. Dari kesembilan tersangka, ada yang sampai lima kali menyetubuhi korban, sisanya tiga kali dan dua sampai satu kali.

Lokasi perbuatan asusila itu pun beragam. Para pelaku ada yang melakukannya di kolam ikan, saung di sawah, garasi, rumah tersangka, gudang dan rumah kosong dalam waktu yang berbeda-beda.

“Para tersangka memang modusnya selain mengiming-ngimingi uang juga mengancam korban jika melaporkan ke orang tua atau orang lain, nyawanya dalam bahaya. Korban ini memang mempunyai hobi seperti laki-laki mancing dan menangkap belalang, jadi sering bersama para tersangka ini, jadi ada kesempatan para pelaku memanfaatkannya,” kata dia.

Baca juga : Rakor Integrasikan Data Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya

Bahkan, jelas dia, dari sembilan orang tersangka selain tetangga korban, ada yang masih hubungan kerabat dan keluarga dengan korban. Karena rumah para pelaku dengan korban ini masih satu kampung.

Dia menambahkan, kesembilan tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur ini langsung dilakukan penahanan untuk diproses secara hukum. Dari kesembilan tersangka tiga pelaku hanya melakukan perbuatan cabul atau asusila, sementara enam orang lainnya melakukan persetubuhan dengan korban.

“Maka ketiga pelaku kita kenakan pasal 81 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan enam orang dikenakan pasal 21 Undang-Undang tentang Persetubuhan Anak di Bawah Umur dengan ancaman 15 tahun penjara,” terang dia.

Barang bukti yang diamankan, tambah dia, adalah hasil visum korban, pakaian korban, akta lahir korban dan surat pernyataan dari pelaku.

“Kami mengimbau kepada para orang tua lebih perhatian terhadap anak, pantau pergaulan anaknya, jangan sampai kejadian ini terulang kembali. Kami mengharapkan peran serta semua dan mengedukasi masyarakat terkait dengan kejahatan kekerasan terhadap anak,” tambah dia.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, dari KPAID mengapresiasi kinerja kepolisian Polres Tasikmalaya yang cepat dalam mengungkap dan menangkap para tersangka.

“Kami dampingi korban dan keluarga serta mengawasi dalam pemeriksaan korban dan para terduga pelaku. KPAID bekerja lebih kepada pendampingan dan pemulihan psikologis korban, saat ini kondisinya mulai membaik,” ujarnya, menjelaskan. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.