9 Tersangka Pembuat Narkoba di Pabrik Sumpit Kawalu Tasik Dibawa ke Jakarta

533
0

KOTA TASIK – Pemeriksaan kasus pembuatan pil PCC di pabrik sumpit di Jalan Raya Syeh Abdul Muhyi, RT 4, RW 8, Kampung Awilega, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa (28/11), terus bergulir.

Guna menindaklanjuti kasusnya, 9 tersangka yang sebelumnya dititipkan di Mapolres Tasikmalaya Kota, hari ini Jumat (29/11) dibawa ke Jakarta.

Aparat Polres Tasikmalaya Kota dengan senjata lengkap, mengawal 9 tersangka yang dibawa menggunakan mobil minibus tahanan.

“Sebanyak 9 tahanan yang dititipkan BNN Pusat di Polres Tasikmalya Kota, kami antarkan ke BNN Pusat melalui jalur darat. Semua proses penyelidikan lanjutan dan penanganannya dilakukan BNN Pusat,” ujar Kabagops Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Sohet kepada radartasikmalaya.com.

Terang dia, pengawalan yang dilakukan pihaknya dengan memakai senjata lengkap laras panjang dan beberapa kendaraan lainnya, adalah sesuai dengan SOP pihaknya.

“Jadi mulai dari pembuka jalur (forider) pengawalan melekat pada kendaraan pengangkut tahanan juga kita lakukan secara tertutup,” terangnya.

Jelas dia, kasus ini secara keseluruhan ditangani pihak BNN Pusat. “Untuk barang bukti lainnya seperti alat-alat pembuatan PCC, obat-obat PCC yang sudah dikemas, dan bahan-bahan untuk membuat PCC itu tidak ada yang dititipkan di kita. Yang dititipkan di kita hanya 9 tahanannya saja. Dan barang bukti itu dari lokasi pabrik langsung dikirim ke Jakarta,” jelasnya.

Seperti kita ketahui bersama, 9 tersangka itu terlibat dalam proses pembuatan hingga penjualan pil psikotropika yang ditemukan barang buktinya sebanyak 2 juta pil PCC siap edar.

Para tersangka itu adalah Joko (24), Hadi (39), dan Sugiarto (38). Joko diketahui warga Cilacap, Jawa Tengah. Hadi adalah warga Banyumas, Jawa Tengah, dan Sugiarto warga Mangkubumi, Kota Tasik. 3 Tersangka ini ditangkap di pabriknya, Kawalu.

Sedangkan 4 tersangka lainnya di sebuah rumah makan di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Mereka adalah Arab (25), Eri (24), Yohan (27), dan Agus (57). Dari 4 pelaku ini BNN mengamankan barang bukti 2 dus pil PCC yang berisi 60.000 butir pil Carisorodol. Arab warga Cilacap, Jawa Tengah, Eri warga Cilacap, Jawa Tengah, Yohan warga Cilacap, Jawa Tengah dan Agus warga Arcamanik, Bandung.

Sedangkan 2 terangka lainnya diciduk di sebuah gudang di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah.

Di gudang itu BNN dibantun aparat Kepolisan mengamankan Setiono (62) warga Cilacap, Jawa Tengah dan Nurjamal (25), warga Demak, Jawa Tengah. Dari gudang itu BNN mengamankan 43 dus yang berisi 1.290.000 butir pil PCC jenis Carisorodol.

Para pelaku ini melanggar pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau hukuman pidana mati. “Minimal 4 tahun penjara,” tegas Deputi Pemberantasan BNN, Irjenpol Drs Arman Depari saat gelar perkara kasus itu di lokasi pabrik, Rabu (27/11) lalu.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.