90 Sentra Bordir di Kabupaten Tasik, Dijual Hingga Eksport Sesuai Pesanan Online & Offline

62
0

TASIKMALAYA – Produk bordir mulai dari mukena (pakaian untuk shalat perempuan), berbagai jenis hingga baju busana muslim, sudah tak asing lagi bagi warga Kabupaten Tasik.

Betapak tidak, ada 90 tempat usaha atau sentra bordir dengan 2.233 unit usaha di Kabupaten Tasik ini.

Dari 90 sentra itu mampu menyerap tenaga kerja warga sekitar sebanyak 18.915 orang, yang tersebar di 18 kecamatan.

Pemasarannya mulai dari lokal, nasional dan ekspor ke Malayasia, Singapura dan beberapa negara di timur tengah.

Salah satu pengusaha bordir yang sudah sukses, bahkan menerima pesanan dari luar negeri yakni Ainina Mukena.

Lokasinya di Kampung Cimawate Desa Tarunajaya Kecamatan Sukaraja dan Kampung Cukangawi Desa Lewibudah Kecamatan Sukaraja.

Perusahan itu mampu memproduksi berbagai jenis mukena, koko, gamis dan produk berbahan bordir lainnya.

Perusahan ini setiap satu bulannya mampu memproduksi 1.000-2.000 pcs.

Pemilik Bordir Ainina Mukena, Ainina mengatakan, saat ini ia terus memproduksi berbagai macam mukena dan fashion yang berbahan bordir.

Selama ini untuk produk bordir itu dibuat sesuai pemesan. “Semua produk bordir kita layani. Namun saat ini yang terus kami geluti yakni produk mukena,” kata dia.

Ainina menjelaskan, selama ini produk bordirnya itu dipasarkan ke daerah Jakarta, seperti Pasar Tanah Abang dan lainnya.

Selanjutnya dari Pasar Tanah Abang oleh buyer di sana dibawa dan dipasarkan ke daerahnya masing-masing di seluruh Indonesia seperti Aceh dan lainnya.

“Produk kita juga ada yang ke Malayasia tetapi belum ekspor langsung. Kita baru melalui pihak ketiga,” katanya.

Dalam meningkatkan penjualan, kata dia, selain melalui pemasaran langsung, juga merambah ke penjualan secara online.

“Penjualan online ini juga sudah ada yang memesan dari luar negeri seperti Malayasia. Hanya saja penjualannya baru skala kecil, karena kita masih terus belajar dalam penjualan online ini,” kata dia.

Tambah dia, untuk produk bordir yang dipesan oleh konsumennya dari luar negeri itu, untuk kebutuhan perseorangan dan ada juga yang dijual kembali.

“Bahkan kami sudah ada bayer di Malayasia yang dipesan melaui online, alhamdulillah,” katanya.

Melihat seperti ini, kata dia, sudah adanya pemesan melalui penjualan online ini.

Produk bordir Kabupaten Tasikmalaya ini sudah betul-betul diminati oleh luar negeri.

“Dengan itu, kami juga terus meningkatkan pengetahuan dalam berjualan online,” kata dia.

Ainina mengatakan, setiap satu bulannya ia mampu membuat 1.000-2.000 pcs mukena dan produk bordir lainnya.

Selama ini pihaknya juga menerima pesanan berbagai motif bordir.

“Untuk kualitas dilihat dari segi motif, untuk bordir ini. Untuk harga sendiri biasanya disesuaikan dengan bahan kain yang digunakan,” katanya.

Ainina berharap, bordir yang menjadi produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya ini terus diminati oleh semua kalangan masyarakat, baik lokal maupun internasional.

“Mudah-mudahan Covid-19 segera berakhir, sehingga pesanan lebih banyak lagi,” harap dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengatakan, bordir merupakan produk unggulan yang saat ini terus dikembangkan baik dari segi kualitas maupun SDM-nya.

“Bahkan kami juga terus mendukung dari segi permodalan melalui APBD Ka­bupaten Tasikmalaya,” kata dia.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga akan terus membangun akses pasar untuk produk bordir ini, salah satunya diikutsertakan melalui even, baik tingkat kabupaten maupun nasional.

“Karena sehebat apapun produk kalau akses pasarnya lemah tidak akan berarti apa-apa, khususnya dalam peningkatan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perin­dustrian Kabupaten Tasik­malaya Nana Rukmana mengatakan, potensi industri kecil menengah cukup banyak, bahkan jenis produknya bervariatif, salah satunya bordir.

“Produk ini menjadi fokus kami, sama dengan produk lainnya seperti mendong, anyaman pandan, bambu, batik, sutera dan golok,” kata dia.

Upayanya terus meningkatkan kualitas dan keahlian dalam pemasaran, salah satunya melalui online.

“Pemasaran melalui online ini tidak dimungkiri harus bisa dilakukan oleh semua, khususnya dalam pemasaran produk bordir. Kami sudah melaksanakan pelatihan jualan online beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Nana berharap pelatihan itu bisa meningkatkan penjualan produk bordir ini.

“Pembinaan ini akan terus kami laksanakan bahkan terus kami agendakan setiap tahunnya,” kata dia.

(ujang nandar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.