900 Warga Garut Terserang DBD & Chikungunya

90
0

TAROGONG KIDUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut mengimbau seluruh masyarakat lebih meningkatkat pola hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggalnya.

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya.

Baca juga : 1.100 Ha Lahan di Garut Rawan Kebakaran

“Sekarang masuk masa transisi dari musim hujan ke kemarau, penyebaran nyamuk penyebab DBD dan chikungunya di musim ini akan lebih meningkat. Jadi biasakan hidup bersih dan sehat di lingkungannya,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Garut Asep Surahman kepada wartawan Selasa (1/9).

Menurut dia, di musim transisi ini, tingkat kerawanan masyarakat terkena dua penyakit tersebut tinggi. Berdasarkan data yang dihimpunnya, sampai saat ini hampir 900 kasus warga yang terkena wabah penyakit yang bersumber dari nyamuk ini. “Dari total kasus itu, chikungunya yang paling banyak ditemui dengan jumlah 507 kasus. Sedangkan DBD sebanyak 308 kasus,” terangnya.

Dari total kasus tersebut, kata dia, sudah delapan orang masyarakat Garut yang meninggal akibat terkena DBD. “Kasus DBD dan chikungunya ini cukup merata di semua wilayah Garut,” ujarnya.

Asep menerangkan kasus penyakit chikungunya mengalami peningkatan jika dibanding tahun sebelumnya. Sementara DBD jumlahnya hampir sama dengan tahun lalu. “Sebelumnya kasus DBD dan chikungunya itu cuma ditemui di Kadungora, Leles dan perkotaan Garut. Tapi sekarang menyebar di 19 kecamatan termasuk ke selatan Garut,” ujarnya.

Chikungunya dan DBD berasal dari jentik nyamuk aedes aegypti yang mengendap di tempat-tempat kotor, tanpa genangan air dalam wadah, bak dan barang-barang bekas lainnya bisa jadi sarang nyamuk.

Baca juga : Di Garut, Tak Terima Dibentak, Teman Dibacok Hingga Tewas

Asep menyebut pihaknya terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Masyarakat harus membiasakan diri menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Jika hanya dilakukan fogging tindakan itu kurang efektif. Pola pengasapan tidak membunuh nyamuk dewasa yang memiliki tingkat kekebalan tubuh. Paling efektif itu dengan pola PSN bisa menghilangkan jentik nyamukn,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.