Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.4%

70%

94 Warga Terdampak Longsor di Taraju Tasik Masih Ngungsi

124
0

KABUPATEN TASIK – Puluhan warga yang terdampak bencana tanah longsor di Kampung Mekarsari Desa Cikubang, Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, masih mengungsi hingga Rabu (24/06) siang.

Bencana longsor yang terjadi pada Jumat (19/6) malam membuat rumah mereka tak bisa lagi ditempati.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pengungsian dekat lokasi kejadian, terdapat 30 kepala keluarga (KK) atau 94 jiwa (Warga) yang terdampak longsor.

Mereka mengungsi di tenda darurat, mushala, dan rumah warga yang dianggap aman.

Salah satu warga yang mengungsi, Kartika (36) mengatakan, sudah sejak kejadian longsor mengungsi bersama keluarganya.

Ia terpaksa harus tidur di tenda darurat karena rumahnya tak bisa lagi dihuni karena terdampak longsor.

“Takut kalau kembali ke rumah, sudah retak-retak tanahnya,” katanya.

Rumahnya memang tak terdampak langsung bencana longsor yang terjadi.

Namun, tanahnya di rumahnya sudah retak-retak. Sementara rumah lainnya juga ikut terdampak.

Berdasarkan catatan di posko pengungsian, terdapat 30 rumah yang terdampak.

Empat rumah rusak berat, sembilan rumah retak-retak, dan 17 rumah terancam. Selain itu, sekira 0,5 hektare sawah tertimpa longsor.

Kartika mengatakan, selama di pengungsian sekira 20 perempuan tinggal di tenda, sementara para laki-laki tinggal di mushala, dan sisanya tinggal di rumah tetangganya.

Selama tinggal di tenda pengungsian, ia tak bisa beraktivitas seperti biasa. Sebab, tinggal di tenda darurat tak seperti di rumahnya sendiri.

“Ya enak tidak enak, harus dijalani,” terangnya.

Kondisi tenda pengungsian itu memang sangat minimalis. Tenda hanya memiki luas sekira 5×5 meter dan hanya dialasi terpal.

Ketika hujan turun, pintu tenda harus ditutup agar air tak masuk ke dalam.

Menurut Kartika, kebutuhan yang mendesak dibutuhkan pengungsi adalah kebutuhan logistik, selimut, pakaian, dan kasur.

Sebab, jika malam hari udara di wilayah itu sangat dingin.

Ia juga berharap ada perhatian langsung dari pemerintah untuk merelokasi warga yang terdampak. Karena, rumah mereka saat ini sudah tak lagi bisa ditempati.

“Mau kembali ke rumah juga tak bisa. Barang-barang juga sudah dibawa ke rumah tetangga agar aman,” tambahnya.

Salah seorang warga yang terdampak lainnya, Yoyo (45) menuturkan, kejadian tanah longsor itu terjadi pada Jumat sekira pukul 20.00 WIB.

Satu rumah rusak total akibat tertimpa longsoran itu. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

“Saat kejadian, yang punya rumah lagi ngaji di masjid,” tuturnya.

Ia mengatakan, tak ada tanda-tanda sebelum kejadian longsor. Namun, tanah di wilayah itu sudah retak-retak.

Menurut dia, bencana tanah longsor itu merupakan yang kali pertama terjadi di wilayah itu. Sebelumnya, tak pernah ada kejadian longsor.

Ia berharap cepat ada penanganan dari pemerintah. Sebab, rumah-rumah warga yang terdampak longsor itu tak bisa lagi ditempati.

“Kalau bisa mah dibuatkan rumah baru. Soalnya di sini sudah rawan longsor,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Rukun Warga (RW) setempat, Supiatna mengatakan, bencana tanah longsor di wilayahnya itu baru pertama kali terjadi.

Menurut dia, kerugian akibat bencana longsor mencapapai ratusan juta rupiah.

Bukan hanya menyebabkan pulhan rumah terancam, tapi juga sawah yang menjadi sumber penghasilan warga.

Kendati demikian, menurut dia, pihaknya sudah mulai berkoordinasi dengan pemerintah untuk penanganan jangka panjangnya.

“Kalau warga sudah mau kalau direlokasi semua. Asal semuanya ikut relokasi,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.