96,8 Juta Akan Dibiayai APBN

14
0

Di tengah defisit BPJS Kesehatan yang diperkirakan Rp 28 triliun, pemerintah justru menaikkan anggaran subsidi untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) kepada BPJS Kesehatan di 2020 sebesar Rp 48 triliun atau 82 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp26,7 triliun.

Tahun ini, daftar PBI BPJS Kesehatan yang dibiayai menggunakan APBN sebanyak 96,8 juta orang. “Meski defisit pemerintah memastikan layanan asuransi kesehatan tetap berjalan optimal,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, kemarin.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, BPJS Kesehatan akan melakukan perbaikan sistem dan manajemen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Antara lain, perbaikan sistem kepesertaan dan manajemen iuran, perbaikan strategic purchasing, sinergitas antara penyelenggaran jaminan sosial, perbaikan sistem pencegahan fraud hingga pengendalian biaya operasional

Dia menegaskan pembenahan yang dilakukan demi kondisi keuangan BPJS Kesehatan tidak defisit kembali. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan semua pihak baik dari rumah sakit, maupun masyarakat selaku peserta BPJS Kesehatan. “Sehingga efisiensi, transparansi, kredibilitas dari BPJS kesehatan juga harus meningkat karena ini menyangkut kepercayaan masyarakat semuanya,” ucap dia.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga akan menggandeng kementerian terkait agar penyelesaian BPJS Kesehatan dapat dimitigasi lebih awal dengan langkah-langkah yang efektif.

“Jadi jangan sampai kemudian kalau bolong datang ke Kemenkeu minta ditambal lagi, sehingga tidak ada motivasi perbaikan sistem. Untuk itu, kita gunakan momentum ini untuk memperbaiki secara keseluruhan permasalahan di tubuh BPJS Kesehatan,” ujar dia.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah menilai kenaikan PBI BPJS Kesehatan merupakan hal yang wajar terjadi sebab imbas dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Dengan adanya kenaikan iuran maka konsekuensinya pemerintah juga harus meningkatkan subsidi PBI,” kata Pieter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (18/8).

Menurut Pieter, kenaikan BPJS Kesehatan tidak serta merta mampu menutup defisit BPJS Kesehatan. Sebab kenaikan tersebut berkorelasi dengan tingkat layanan yang semakin baik.

“Kenaikan iuran BPJS Kesejatan tidak akan cukup untuk menutup de­fisit, tetapi menyesuaikan partisipasi peserta dengan luas dan ting­ginya layanan yang diberikan BPJS Kesehatan,” jelas dia.(din/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.