ABG 14 Tahun Warga Tasik Selatan Digilir 6 Tetangga di Kolam Pemancingan

5104
0
radartasikmalaya
ilustrasi
Loading...

MANGUNREJA – Tingkat pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Tasikmalaya terus mengalami peningkatan. Terbaru, gadis berusia 14 tahun asal Tasik Selatan menjadi sasaran perbuatan asusila oleh 10 orang laki-laki yang tidak lain adalah tetangganya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, gadis tersebut disetubuhi dengan cara digilir oleh enam orang pelaku yang rata-rata berusia 35-75 tahun selama kurang lebih satu tahun. Sedangkan empat orang lainnya hanya melakukan pencabulan.

“Korban disetubuhi enam orang secara bergiliran, sementara empat pelaku lainnya mencabulinya juga. Usia pelaku antara 35-75 tahun, ada kakek-kakek renta juga. Semuanya masih tetangga korban,” ujarnya kepada Radar, Selasa (24/11).

Awalnya, kata dia, satu pelaku memanfaatkan keluguan korban dan mengajaknya berhubungan badan usai memancing di sungai. Kemudian, pelaku tersebut memberi tahu pelaku lainnya yang juga satu kelompok ketika mancing bersama korban.

Akhirnya, kata dia, lima pelaku lainnya ikut melakukan hal serupa terhadap korban secara bergiliran setiap minggunya. Kemudian, empat orang lainnya hanya melakukan pencabulan dan tidak sampai berhubungan badan.

Loading...

Baca juga : Wisma Haji & Mess Pemda di Cipatujah Tasik Jadi Ruang Isolasi Covid-19

“Pelaku memanfaatkan keluguan korban yang masih di bawah umur. Korban diketahui sering ikut memancing seperti laki-laki, bahkan sampai malam hari. Pelaku melakukan persetubuhan tersebut di lokasi mancing, rumah kosong sampai rumah pelaku dan tempat lainnya,” ujarnya.

Modus para pelaku, kata dia, selain memanfaatkan keluguan korban, juga mengiming-imingi uang jajan sebesar Rp 30-100.000. Termasuk mengancam korban akan dibunuh jika perbuatan pelaku disampaikan kepada orang tuanya. “Pelaku sudah setiap minggu bergiliran hubungan badan dengan korban selama kurang lebih satu tahun, kecuali korban sedang haid,” kata dia.

Lanjut dia, semua kejadian itu terbongkar ketika salah satu pelaku keceplosan kepada warga sudah pernah berhubungan badan dengan korban.

Akhirnya, RT setempat menyelidiki dan memanggil korban, dari sana semuanya terungkap. Korban menyebutkan siapa saja yang menyetubuhinya selama ini.

Akibatnya, saat ini kondisi psikologis korban termasuk keluarganya terganggu. “Iya, jadi korban dan keluarga kita bawa ke kantor KPAID untuk dibantu psikologisnya agar kembali normal. Jadi korban mengalami trauma psikis dan ketakutan karena diancam dibunuh oleh para pelaku,” tambah dia.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dan laporan dari korban termasuk keluarganya.

“Kami masih melakukan upaya penyelidikan kasus asusila ini, usai visum, kami akan mengumpulkan alat bukti lain termasuk keterangan saksi. Kita masih selidiki kasusnya,” papar dia. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.