ABG Dijual ke Pria Hidung Belang

68
IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA JUAL ABG. Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH memaparkan kasus jual ABG, Jumat (21/12).

CIAMIS – Polres Ciamis berhasil membekuk tiga warga Parigi Kabupaten Pangandaran yang diduga telah menjual seorang anak baru gede (ABG) berinisial N (15). Mereka adalah ibu rumah tangga (IRT) Es (56), pria berinisial AG (18) dan anak perempuan di bawah umur D (16).

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH SIK MH menerangkan Es adalah seorang mucikari. Sedangkan AG dan D adalah yang membantu Es. Es menjual N ke lelaki hidung belang. Sebelum disetubuhi, N dicekoki minuman keras (miras).

Kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban dan masyarakat melapor ke kepolisian. “Berkat laporan itu, Unit PPA melakukan penyelidikan. Hingga berhasil tertangkap tiga orang di rumahnya masing-masing dan kini telah kita tahan,” jelas Bismo kepada wartawan saat jumpa pres, Jumat (21/12).

Bismo menerangkan kejahatan mucikari itu terjadi pada Rabu (12/12) sekitar pukul 11.00. Saat itu, Es menerima kedatangan seorang lelaki berinisial YA (23) asal Pangandaran. YA meminta Es mencarikan perempuan yang bisa diajak kencan. Es lalu menyuruh D mencari N. N juga masih teman D. N pun datang ke rumah Es.

Di rumah itu selain ada YA juga ada AG, kaki tangan Es. Saat itu, AG membeli miras untuk mencekoki N. Setelah kurang sadar, korban dibawa ke kamar. Di kamar itulah N disetubuhi oleh YA. Sebelum meninggalkan rumah itu, YA pun mengeluarkan uang Rp 250 ribu yang dibagi-bagi. Untuk N Rp 150 ribu, D Rp 50 ribu dan Es Rp 50 ribu. Setelah YA, giliran AG menggagahi N sebanyak dua kali. Berikutnya, warga Parigi, UC (21) menikmati tubuh N yang sudah tidak berdaya. Setelah melampiaskan hawa nafsunya, UC merogoh kocek Rp 200 ribu.

Es dan AG, kata Bismo, sudah ditahan di Polres Ciamis. Sedangkan D dititipkan di salah satu yayasan di Kecamatan Banjarsari. Pasalnya, yang bersangkutan masih berada di bawah umur. Saat ini, pihaknya juga tengah mengejar YA dan UC yang turut serta mencabuli korban. Dua pria ini sudah masuk daftar pencairan orang (DPO). “Ketiga tersangka dikenakan Undang- Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” papar dia.

Bismo mengimbau para orang tua untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jika tidak memberatkan, titipkanlah anak-anak itu di lembaga-lembaga pendidikan agama. “Peran orang tua dalam pengawa­san terhadap anaknya juga sangat penting agar terhindar dari pergaulan bebas,” kata dia. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.