ABG Warga Tasik Selatan Digilir 10 Orang Tetangganya, 9 Pelaku Diringkus Polisi

831
1
MENJELASKAN. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menjelaskan soal diamankannya terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur, Rabu (25/11).
Loading...

MANGUNREJA – Satreskrim Polres Tasikmalaya baru berhasil mengamankan sembilan terduga pelaku dari 10 orang yang diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Rabu (25/11).

Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak cepat dengan mengamankan para terduga pelaku dan langsung melakukan pemeriksaan oleh Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA).

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menjelaskan, pihaknya baru berhasil mengamankan sembilan orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi asusila atau persetubuhan anak di bawah umur.

“Kita sudah amankan sembilan terduga pelaku dari 10 orang yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Satu orang lagi, saat diundang untuk diperiksa belum hadir. Jadi kami masih memeriksa para terduga pelaku ini,” kata Hario kepada wartawan di Mako Polres Tasikmalaya.

Menurut dia, status kesembilan orang ini karena masih disebut terduga pelaku, statunya masih sebagai saksi dalam kasus pelaporan asusila yang dialami oleh gadis berusia 14 tahun.

loading...

Satreskrim masih mendalami keterlibatan pelaku dalam kasus ini. “Kita periksa untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing, termasuk modusnya. Selain sembilan orang ini, kita akan memeriksa korban. Intinya hasil visum korban sudah kita miliki,” terang dia.

Baca juga : Longsor & Banjir Rendam 3 Kampung di Ciawi Tasikmalaya

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, jumlah kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Tasikmalaya tahun ini sudah mencapai 66 kasus lebih.

Menurut dia, jenisnya ada kekerasan fisik terhadap anak, hak asuh, anak hilang, penelantaran anak dan secara umum dari jumlah kasus terbanyak didominasi oleh kekerasan seksual terhadap anak.

“Jumlah data kasus kekerasan terhadap anak ini, sampai akhir tahun bisa saja bertambah. Namun, upaya kami KPAID bersama stakeholder terkait terus melakukan upaya pencegahan baik lewat sosialisasi, edukasi termasuk pendekatan terhadap keluarga dan anak,” papar dia.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PPP Zenal Abidin mengaku sangat prihatin atas terjadinya kasus asusila menimpa anak di bawah umur yang saat ini sudah ditangani oleh KPAID dan Polres Tasikmalaya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, karena dampaknya terhadap mental anak termasuk psikologis keluarganya. Maka kita bersama-sama baik pemerintah daerah, komisi perlindungan anak, pemerintah di tingkat kecamatan, desa, RT dan paling bawah keluarga mari untuk mencegah hal tersebut terjadi kembali,” ujar dia.

Menurut dia, sebenarnya Komisi IV sudah pernah membahas soal kasus kekerasan yang menimpa anak-anak dengan mitra kerja terkait yakni Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak kaitan solusi bagaimana agar bisa dicegah.

“Yang jelas kami minta para pelaku ditindak tegas, supaya jera. Kemudian peran orang tua dan sekolah dalam pengawasan harus lebih ditingkatkan. Kemudian pendidikan agama dan moral harus diberikan. Termasuk lingkungan sekitar, jangan abai terhadap anak. Harus diperhatikan dan dibimbing, agar penyakit di masyarakat yang merusak mental generasi kita ini tidak terulang,” tegas dia. (dik)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.