Abon Ikan dan Kerajinan Jadi Produk Unggulan

8

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Abon ikan tawar dan kerajinan pipiti menjadi produk unggulan dari Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang. Melihat potensi tersebut pemerintah desa fokus untuk mengembangkannya dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang Asep Supriadi SSos I mengatakan hadirnya industri rumahan pembuat abon ikan dan kerajinan pipiti menjadi potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. “Awalnya saya juga heran ikan bisa dibuat menjadi abon yang cukup lezat. Tapi kenyataannya memang bisa dan hasilnya sangat luar biasa seperti buatan pabrik besar,” ujarnya usai talkshow Bincang Radar di Radar TV, Jumat (14/9).

Potensi ini, kata dia, menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk bisa mengembangkannya dengan baik. Karena memang target saat ini bagaimana menumbuhkan ekonomi kreatif yang dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. “Kita terus beri dukungan terhadap para pelaku usaha produk unggulan ini untuk terus berkembang. Termasuk ikut membantu dalam mengenalkan melalui berbagai cara,” katanya.

Ketua Kelompok Rapekan yang juga pengelola abon ikan Yayah Satariyah menjelaskan awal membuat olahan makanan ini karena di sekitarnya banyak terdapat kolam ikan. Sehingga terpikir untuk memanfaatkan potensi tersebut dalam membuat olahan ikan menjadi abon.

“Awalnya mencoba abon menggunakan bahan baku ikan bawal yang harganya terbilang murah. Kemudian seiring berjalannya waktu membuat terobosan dengan menggunakan ikan lain seperti mas dan gurame,” terangnya.

Kata dia, pembuatan abon ini tanpa menggunakan bahan pengawet. Sehingga olahan ini hanya bisa bertahan sampai delapan bulan. Sedangkan untuk harga variatif mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per bungkusnya. “Dalam satu bulan mampu memproduksi abon ikan sampai dua kuintal,” katanya.

Dede Rosita, pengrajin anyaman pipiti mengatakan produk kerajinan ini memang serba guna. Bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan telur, pernak-pernik dan tempat makanan untuk yang menyelenggarakan pesta pernikahan. “Kerajinan ini sudah berlangsung sejak 1993. Bahkan hampir setiap tahun rutin untuk di ekspor ke luar negeri,” ungkapnya. (obi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.