AbonMu, Produk Abon Ayam Asal Sariwangi Tasik yang Menasional

63
0
BERHASIL. Nina Nurlina, berhasil membuat abon ayam asli dan diterima pasar dengan baik. Sehingga menjadikan penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan, Senin (28/9). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

Kreativitas dan keberhasilan memang tidak harus selalu ditempuh dengan waktu lama. Namun, ketika dilakukan dengan ketekunan dan kesungguhan semuanya bisa diraih dalam waktu yang lebih singkat.

LAPRON: RADIKA ROBI RAMDANI

KEBERHASILAN dengan waktu cepat seperti diraih oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Kampung Bojong, Desa Linggasirna Kecamatan Sariwangi, Nina Nurlina yang fokus membuat abon dengan bahan baku 100 persen ayam tanpa campuran.

Baca juga : Pemkot Tasik Berlakukan Jam Malam, Lewat Jam 21.00 Kegiatan Dibubarkan

Wanita berhijab ini mengaku memulai usahanya sejak satu tahun lalu, tepatnya September 2019. Awalnya dari pelatihan yang diselenggarakan organisasi Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Tasikmalaya pada saat mengisi liburan.

“Waktu itu guru-guru TK sedang libur, lalu membuat pelatihan mengisi kegiatan. Inginnya membuat abon dan kebetulan saya chef-nya, lalu saya ajarkan semuanya bagaimana membuat abon,” ujarnya kepada Radar, Senin (28/9).

Kata Nina, dari sana timbul pemikiran jika nanti hasil olahan abon ini harus dipasarkan dan akan menjadi usaha bagi organisasi Nasyiatul Aisyiyah. Lalu dicoba dipasarkan dan setelah pelatihan itu ternyata mendapat respons dari masyarakat, bahkan mulai banyak yang membeli.

Kebetulan, kata dia, dirinya sejak dulu sering dan suka membuat abon ayam. Namun, pada waktu itu belum terpikir untuk dijual, karena masih konsumsi pribadi dan keluarga saja. Tapi, setelah pelatihan banyak respons baik dan mendorong untuk mencoba menjualnya.

“Akhirnya saya mencoba menjualnya. Alhamdulillah produk yang diberi nama AbonMu ini sampai sekarang bisa dijual di pasaran, bahkan sudah nasional. Penjualannya sampai ke Palu, Kutai, Balikpapan dan lainnya. Dipastikan abon ayam ini sangat higienis,” ungkapnya.

Nina mengaku pernah mengikuti pelatihan-pelatihan dan bersertifikat. Di antaranya yakni pelatihan seperti Business Development Association, kegiatan Pelatihan digital marketing dan Inter Mediasi UMKM.

Selain itu juga sering mengikuti pelatihan kewirausahaan, kegiatan peningkatan kapasitas koperasi usaha kecil dan menengah (PK2UKM) serta peningkatan kesiapan akses fasilitas permodalan non perbankan untuk pelaku ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya.

Nina mengungkapkan, selain pemasaran secara online, juga memasukkan abon hasil buatannya itu ke minimarket di daerah Cisayong, Singaparna dan daerah lainnya.

“Alhamdulillah respons pasar cukup bagus terhadap AbonMu ini,” ujarnya, menjelaskan.

Dalam satu hari, Nina membutuhkan tujuh kilogram (kg) daging ayam atau sebanyak 40 kg seminggu untuk diproduksi menjadi abon. Saat ini, Nina dibantu oleh tiga karyawannya dan memproduksi di rumah sendiri.

Baca juga : Screenshot Video Hot Janda Muda Warga Manonjaya Tasik Disebar Mantan Pacar, Korban Lapor Polisi

Harga abon yang dijual bermacam-macam, untuk berat 50 gram (gr) Rp 10.000, 100 gram Rp 20.000, 125 gram Rp 25.000, 150 gram Rp 30.000, 200 gr Rp 40.000, 250 gr harganya Rp 50.000 dan satu kilogram harganya Rp 180.000. Tentunya dengan berbagai macam varian rasa.

“Hasil dari penjualan AbonMu inisebagian diinfakan ke LAZISMU, Organisasi Perempuan Nasyiatul Aisyiyah Puteri Muhammadiyah dan Aisyiyah. Saya ingin maju dan ingin merekrut karyawan dari warga sini untuk meningkatkan UMKM yang ada. Kita juga ingin mendapatkan bantuan karena kurang modal dan juga pemasaran saat ini masih kurang luas, kalau sudah luas orderan tentunya cukup banyak,” kata Nina menambahkan. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.