Absensi di HP & Sanksi Potong Gaji Bisa Disiplinkan PNS

116
0

BANJAR – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar Ramdhani Bin Rasikun mengapresiasi Pemerintah Kota Banjar yang menerapkan absensi aplikasi (presensi) menggunakan telepon pintar (smartphone).

Menurut dia, diterapkan absen pegawai dan diberlakukan sanksi berupa pemotongan gaji bagi pegawai yang telat mengabsen, akan meningkatkan kedisiplinan waktu.

“Saya menyatakan setuju dengan terobosan (niat baik) dari pihak Pemkot Banjar melalui BKPPD yang dalam hal ini bertekad untuk memberlakukan absensi jam kerja,” kata Ramdhani, Minggu (6/12).

Baca juga : Pelanggar Prokes di Kota Banjar Dihukum Pake APK

Dia menyebut dengan adanya kebijakan tersebut menandakan adanya potensi bahwa tingkat kedisiplinan ASN di Kota Banjar perlu dibenahi.

“Karena secara sistem presensi tidak bisa dibohongi. Pegawai harus absen di kantor dengan patokan titik koordinat GPS. Kemudian harus melakukan selfie (swafoto). Artinya tingkat kedisiplinan di aplikasi itu sangat tinggi,” katanya.

Namun, kata dia, Pemkot Banjar harus terus meningkatkan sistem aplikasi supaya tidak terjadi error. Sebab jika terjadi erorr, maka yang akan rugi adalah pegawai. Lantaran, telat beberapa menit saja langsung mendapat denda pemotongan gaji.

“Penegakan disiplin pegawai selama ini oleh Satpol PP mungkin kurang mendapatkan pengawasan yang ketat dan tidak memiliki efek jera. Namun dengan pemotongan gaji, ASN akan merasakan efek yang jera jika sampai gajinya terpotong,” katanya.

Sebelumnya. Pemerintah Kota Banjar mulai memberlakulan absensi jam kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) melalui aplikasi telepon pintar.
Absensi secara daring (online) diberlakukan demi menegakan disiplin waktu kerja pegawai. Pasalnya, melalui absen aplikasi (presensi) ini, ada potongan gaji jika ASN terlambat mengabsen. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.