Ada 3 Desa di Pangandaran yang Rawan Bencana saat Pencoblosan

70
0
SIMULASI. KPU Kabupaten Pangandaran melakukan simulasi pencoblosan, Sabtu (21/11). Ada 12 kebiasaan baru diterapkan di 800 TPS. Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran menyebutkan, ada tiga desa yang rawan bencana alam saat pelaksanaan pungut-hitung suara pada 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin mengatakan, desa-desa tersebut yakni satu desa berada di Kecamatan Pangandaran, Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Langkaplancar.

“Yang dikhawatirkan adalah akses menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sangat rawan terkena bencana alam,” katanya kepada Radar, Minggu (22/11).

Pihaknya sudah melakukan antisipasi terjadinya bencana di titik tersebut saat pencoblosan nanti.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan BPBD Kabupaten Pangandaran, agar bersiap-siap menjelang pencoblosan nanti,” katanya.

Loading...

Pihaknya ingin memastikan bahwa akses menuju TPS tidak akan terhambat oleh bencana alam. “Jangan sampai hak suara masyarakat tidak bisa disalurkan, karena bencana alam yang tidak terduga,” ujarnya.

Kata dia, pergeseran lokasi TPS bisa saja dilakukan jika analisa dari BPBD menyebutkan bahwa lokasi tersebut rawan. “Kita ingin memastikan sejak dini,” ungkapnya.

Muhtadin mengatakan bahwa total ada 800 TPS pada Pilkada tahun ini. “800 TPS ini tersebar di 93 desa,” katanya.

Baca juga : Relawan Perbaiki Tanggul yang Jebol di Kalipucang Pangandaran

Komisioner KPU Kabupaten Pangandaran Maskuri Sudrajat mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di era pandemi ini yang digelar serentak Se-Indonesia, Sabtu (21/11). Di tengah pandemi covid-19 pemungutan dan penghitungan suara ada yang berbeda.

“Ada 12 kebiasaan baru yang diterapkan dalam Pilkada di era pandemi. Selain itu rekapitulasi di tempat pemungutan suara (TPS) di era pandemi juga ada yang berbeda yakni menggunakan aplikasi Sirekap,” katanya.

12 kebiasaan baru itu di antaranya wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan sebelum dan sesudah dari TPS, pemeriksaan suhu tubuh, menggunakan sarung tangan, memakai pelindung wajah, jumlah pemilih maksimal 500 per TPS, petugas KPPS menggunakan APD, waktu kedatangan pemilih diatur, disinfeksi rutin di TPS, tidak bersalaman dan tentu saja penggunaan tinta tetes bukan celup lagi. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.