Ada Cerita Mistis Dibalik Jernihnya Air Danau Setu Patok Mundu, Apa Saja Ya Kira-kira

17

CIREBON – Pasca Pemilu 2019 yang menggabungkan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg), nama Setu Patok mendadak ramai jadi perbincangan ditengah masyarakat luas, khususnya masyarakat Cirebon.

Nama Setu Patok menyeruak bukan karena keindahan danaunya, namun gara-gara ada caleg stress yang dimandikan oleh seorang tokoh spiritual di Cirebon, guna menyembuhkan depresi beratnya melalui media air danau peninggalan penjajah Belanda.

Menurut Taryo (29) tokoh pemuda Sinarancang menuturkan, banyak sekali versi cerita danau Setu Patok, namun menurutnya terdapat satu cerita yang turun temurun dikalangan masyarakat Sinarancang.

Konon terbentuknya danau setu patok hasil sayembara, karena dahulunya wilayah yang melingkupi danau setu patok dan sekitarnya ini merupakan pemukiman masyarakat yang kerap kali kebanjiran dan terendam pada saat musim hujan.

“Kami warga disini mengetahui sejarah setu patok secara turun temurun dari orang tua, namun ada beberapa versi cerita tentang danau setu patok, karena setu patok ini konon dahulunya merupakan pemukiman penduduk namun terpaksa pindah karena sering dilanda banjir,” kata Taryo pada pojokjabar saat ditemui ditepi danau setu patok Mundu Cirebon, Rabu (24/4/2019) sore.

Masih menurut Taryo, menurut cerita versi lainnya, terbentuknya danau setu patok dibangun oleh penjajah Belanda untuk mengairi lahan pertanian dan mencegah banjir, karena terdapat bukti jika musim kemarau tiba disana tengah-tengah danau terdapat aliran sungai yang membelah Desa Sinarancang dengan Desa Setuptok.

“Danau setu patok merupakan waduk penampungan air peninggalan dari era kolonial Belanda, dibuktikan dengan masih kokohnya tembok penahan tanah hingga sekarang,“ jelasnya.

Adapun kisah mistis ia akui menjadi bumbu dalam cerita danau setu patok, banyak situs atau petilasan dari era kerajaan padjajaran seperti gua macan yang konon petilasan Raja Siliwangi, selain itu ada juga gua Siduit yang menyimpan harta karun.

“Disini juga terdapat beberapa situs petilasan dari zaman Prabu Siliwangi, seperti gua Macan yang terhubung dengan gua Siduit, konon gua tersebut menyimpan harta karun namun tidak ada yang mampu mengambilnya,“ ungkap Taryo.

Sedangkan menurut Agis (21) pemuda pemilik warung di tepi Danau mengaku, warung yang dikelola berdiri diatas lahan milik keluarganya, untuk cerita sejarah hanya mengetahui sedikit, namun untuk cerita mistis yang pernah terjadi beberapa tahun silam, terdapat satu peristiwa janggal, dimana pada beberapa tahun silam ada aktivitas galian pasir pasir, dimana lokasi penambangan pasirnya berada di tengah danau dan memakan korban manusia.

“Disitu angker ada yang mati bahkan alat berat jenis beko rusak (patah besinya), lokasinya berada di tengah danau itu, disana terdapat 3 lubang bekas galian pasir, konon pasirnya bagus, kalau sekarang lubangnya tertutup air danau,“ kata Agis pada pojokjabar saat ditemui di warung pinggir danau setu patok.

Masih menurut, Agis jika musim kemarau air danau setu patok akan surut dan terlihat lubang bekas galian pasir ilegal, karena waktu itu masyarakat menentang adanya aktivitas galian pasir di daerah danau setu patok yang meliputi beberapa desa di Kecamatan Mundu.

“Kalau mau melihat dari dekat, lobang bekas galian harus di musim kemarau, ditengah gunung (bukit) itu mengering,“ tutupnya.

(ind/pojokjabar)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.