Ada Efek Domino SOTK Baru

188
0
Drs H Budi Budiman Wali Kota Tasikmalaya

BUNGURSARI – Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) di awal tahun 2020 berdampak terhadap efek domino pergeseran sejumlah pejabat. Terutama pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengalami perubahan status dan penggabungan.

“Akan ada efek domino beberapa pegawai bergeser, karena nanti itu kan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) digabung dengan Dinas Pertanian dan Perikanan. Sehingga pegawai selevel kepala bidang, eselon III B ada penambahan di sana, plas-plus tidak nambah tidak kurang, pas,” ujarnya kepada Radar, Kamis (28/11).

Saat ini, kata Budi, tinggal menanti pengesahan melalui paripurna. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)-nya sedang dibahas oleh DPRD untuk segera disahkan. “Mudah-mudahan Januari ini sudah efektif berlaku dan nanti bisa langsung bertugas dan melayani masyarakat,” kata Budi.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda SOTK H Dayat Mustofa mengatakan rencananya paripurna Raperda SOTK dilaksanakan Jumat (30/11) malam. Pihaknya sudah tuntas melakukan pembahasan dan pengkajian dalam menyusun format baru terhadap beberapa OPD di lingkungan Pemkot.

Dia merinci beberapa perubahan yang terjadi diantaranya Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan naik status menjadi badan. Dinas Ketahanan Pangan digabung dengan Dinas Pertanian dan Perikanan, Inspektorat menambah satu kursi untuk Inspektur Pembantu (Irban). “Lainnya, seperti BPPRD dan BKPPD hanya berubah nomenklatur atau judul saja. Misalnya BKPPD menjadi Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia,” kata Dayat memaparkan.

Adanya per­ubah­an SOTK ter­sebut, lanjut dia, otomatis meng­haruskan Badan Kesbangpol dipim­pin pejabat setaraf eselon II. Tentu­nya Pemkot harus kembali menye­lenggarakan open bidding dalam mengisi kekosongan jabatan itu.

“Untuk Dinas Pertanian dan Perikanan, kan sudah ada kepala dinasnya sekarang. Kemungkinan yang sekarang Kepala DKP mengalami mutasi ke jabatan lain. Kesbangpol saja yang di-open bidding-kan (lelang terbuka, Red),” ujar politisi Golkar tersebut.

“Sementara untuk posisi lainnya eselon III misalnya, Pemkot tinggal melakukan pergeseran saja dalam melakukan pengisian,” sambung Dayat. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.