Ada Investor Sodorkan 4,2 T untuk Bangun Superblok di Kota Tasik

323
0
H Dindin Saepudin MSi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kota Tasikmalaya
Loading...

TASIK- Kota Tasikmalaya mulai mencuri perhatian pihak luar untuk menanamkan investasi di kota berjuluk Kota Santri ini. Hal itu terbukti dengan adanya investor yang siap menggelontorkan dana senilai Rp 4,2 triliun.

Rencananya nilai investasi fantastis itu, akan diperuntukkan bagi pembangunan superblok atau konsep penataan ruang di perkotaan yang memaksimalkan fungsi lahan. Nantinya, di lahan tersebut akan dibuat beberapa fungsi seperti fungsi permukiman, bisnis dan perdagangan, pendidikan, jasa hingga rekreasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kota Tasikmalaya H Dindin Saepudin MSi membenarkan adanya investor yang ingin berinvestasi di Kota Santri.

“Ya betul, memang ada investor yang mengajukan pembangunan superblok di Kota Tasikmalaya,” ujarnya kepada Radar, Selasa (3/2/2021).

Menurut Dindin, selain akan masuknya akses jalan tol, saat ini Pemerintah Kota Tasikmalaya pun tengah merevisi pola tata ruang daerah. Tujuannya, mewujudkan visi misi menjadi pusat daerah perdagangan dan industri termaju di Jawa Barat.

loading...

“Rencananya, pembangunan superblok itu menggunakan konsep kota terpadu, sehingga diyakini mampu menyerap 15 ribu tenaga kerja, sebab nilai investasi yang bakal digelontorkan sebesar Rp 4,2 triliun,” ujarnya memaparkan.

Dindin mengatakan beberapa waktu lalu sejumlah instansi di lingkungan Pemkot menerima kunjungan dari salah satu konsultan. Pada pertemuan itu, membahas adanya investor yang siap berinvestasi dengan nilai besar di Kota Tasikmalaya dalam waktu dekat ini.

”Tapi, kita teknisnya juga belum tahu seperti apa, hanya memang nantinya semacam kota terpadu di kota-kota besar misalnya seperti Meikarta atau Alam Sutera,” jelas Dindin.

Pembangunannya sendiri, kata Dindin, berlokasi di area seluas 20 hektare di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Nantinya, akan dibangun kompleks perumahan, pusat perbelanjaan, kesehatan dan lain sebagainya.

“Apabila merujuk dari pola ruang daerah, wacana investasi yang ditawarkan itu sejalan dengan zonasi tata ruang yang tengah direvisi Pemkot saat ini,” ujarnya.

“Secara garis besarnya kita lihat itu sejalan dan sesuai dengan pola ruang yang Pemkot rencanakan,” kata dia menambahkan.
Ketika ditanya siapa investor yang akan menanamkan modal tersebut? Dindin belum mau menyebutkan siapa investor yang akan berinvestasi di Kota Tasikmalaya itu.

”Untuk detailnya kita belum tahu, tetapi sudah ada penawaran yang masuk,” kata dia.

Pihaknya mengaku menyambut baik adanya investasi berskala besar yang turun ke Kota Tasikmalaya. Melihat dari sisi makro pembangunan, Kota Tasikmalaya sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Jawa Barat tahun 2025.

“Salah satu latar belakang tata ruang kita revisi, ya untuk mendukung pencapaian visi tersebut. Ketika ada investasi yang sejalan dengan pola ruang yang ada, maka seperti gayung bersambut dan tentu kita dukung,” katanya.

Dia menceritakan sejatinya dalam revisi tata ruang, draft yang sudah disusun dan dibahas secara umum. Kota Tasikmalaya akan mengalokasikan porsi lebih bagi sektor industri, perdagangan dan kebutuhan perumahan.

“Tetapi, lahan pertanian juga tetap kita jaga, meski visinya menjadi kota pusat perdagangan dan industri, Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) kita proyeksikan di angka 850 hektare,” tutur Dindin.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengakui dirinya kedatangan investor yang ingin menanamkan investasi di Kota Resik ini.

”Ya kita pernah menerima konsultan, yang memaparkan konsep dan layout rencana pembangunan superblock. Lokasinya sendiri di Jalan Letnan Harun Kecamatan Bungursari,” kata Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf, Jumat lalu (29/1/2021) usai menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Yusuf, di lokasi seluas 20 hektare itu, akan mengusung konsep kota baru yang ditaksir bisa memberikan pemerataan aktivitas perekonomian di Kota Tasikmalaya.

Dimana selama ini aktivitas barang jasa masih tersentralisir di eks kota administratif.
“Saya nilai belakangan ini geliat investasi kita agak mandek. Kalau rencana ini jadi, semoga akan menjadi daya tarik bagi investasi lainnya di Kota Tasikmalaya,” kata Yusuf.

Yusuf menjelaskan saat ini pihak konsultan perencanaan proyek besar itu tengah menempuh beragam proses perizinan. Selagi kehadiran kompleks kota baru itu memenuhi peraturan yang berlaku, serta sejalan dengan pola ruang daerah, pihaknya memberi lampu hijau.

“Ya selagi sesuai segala sesuatunya, silakan kita mendorong. Supaya segera terealisasi dan bisa mengundang geliat investasi daerah semakin berkembang,” harap dia. (igi)

Baca juga : Sidang Netralitas ASN di Pilkada Tasik, Kejaksaan Hadirkan 3 Saksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.