Ada Kalender Surat Suara Berlogo Pemkab Tasik

128
0
ISTIMEWA TUNJUKKAN.Warga memperlihatkan kalender berbentuk surat suara berlogo Pemkab Tasikmalaya dan pasangan nomor urut dua, Rabu (25/11).
Loading...

TASIK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tasikmalaya tengah menelusuri beredarnya kalender bergambar surat suara tercoblos pasangan nomor urut dua H Ade Sugianto-H Cecep Nurul Yakin berlogo Pemkab Tasikmalaya, Rabu (25/11).

“Penelusuran ini (kalender surat suara bergambar pemkab), untuk memastikan apakah ada unsur pelanggaran atau tidak, yang mengarah kepada indikasi dugaan kampanye hitam mengatasnamakan pemerintah atau bukan,” ujar Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan dan Penindakan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasihin kepada Radar, kemarin.

Dia mengaku sudah menerima adanya informasi awal beredarnya di masyarakat kalender bergambar surat suara tercoblos salah satu pasangan di Pilkada Tasik dengan logo Pemkab Tasikmalaya tersebut.

“Iya sudah ada informasi awal, unsur pimpinan Bawaslu su­dah­ menge­tahuinya. Intinya kami ma­sih menelusuri informasi awal yang sudah masuk ke Bawaslu ini. Untuk membuktikan syarat formil dan materilnya apakah ada indikasi pelang­garan atau tidak,” terang Khoerun.

Baca juga : Reklame Tak Berizin di Pusat Pertokoan Kota Tasik Ditertibkan

Loading...

Namun, kata dia, dalam PKPU Nomor 4 dan 11, kalender masuk bahan kampanye yang diperbolehkan dibuat dan dibagikan oleh pasangan calon. Termasuk seperti kaos atau masker dengan mencantumkan foto dan nomor urut calon.

“Menurut aturan diperbolehkan (memakai kalender, Red), yang penting jika dikonversikan dengan uang harga per satuannya tidak melebihi Rp 60 ribu, jumlah batasan pembuatannya pun tidak diatur. Jadi masuknya bahan kampanye. Namun, kita tetap telusuri apakah ada unsur pelanggaran atau tidak, dikhawatirkan selain kalender dibarengi politik uang atau memberikan amplop saat disebarkan kepada masyarakat,” jelas dia.

Selain tidak melebihi Rp 60 ribu harga per satuan, sambung Khoerun, pembagiannya dilarang dilaksanakan di tempat ibadah, pendidikan dan tempat pelayanan kesehatan serta area publik lainnya.

“Adapun soal logo Pemkab Tasikmalaya yang tercantum dalam kalender tersebut, memang di surat suara asli ada logo KPU dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

“Karena memang dalam surat suara asli pun ada logo KPU dan Pemkab Tasik, karena Pilkada ini diselenggarakannya di Kabupaten Tasikmalaya. Pada intinya Bawaslu belum bisa menyimpulkan, kami akan sangat hati-hati menentukan apakah ada unsur pelanggaran atau tidak,” tambah dia.

Terpisah, Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Ade-Cecep, Aditya Ramdani menegaskan kalender bergambar surat suara tercoblos pasangan Ade-Cecep dengan logo Pemkab Tasik ini bukan dibuat secara resmi tim kampanye Ade-Cecep.

“Beredarnya kalender tersebut, bisa saja dibuat atau hasil kreasi para simpatisan maupun relawan Ade-Cecep. Karena kita pun sedang mengecek dan mencari siapa yang membuatnya atau relawan mana. Memang dikhawatirkan karena di sana ada logo pemkab, jadi dipermasalahkan,” terang dia.

Namun, kata Aditya, sepengetahuannya dan sudah berkoordinasi dengan Bawaslu bahwa kalender itu merupakan bahan kampanye yang diperbolehkan dibuat oleh pasangan calon. Namun untuk harga satuannya jangan melebihi Rp 60 ribu.

“Pastinya oleh semua pasangan calon pun ada dan bisa saja sama dibuat bahan kampanye. Kami khawatir ini dipermasalahan Bawaslu atau oleh tim kampanye pasangan calon lain,” ungkap dia.

Pada intinya, lanjut dia, tim pemenangan Ade-Cecep bergerak untuk menelusuri sumber dan pembuat serta penyebar kalender tersebut. Dia pun mengakui jika kalender itu sudah menyebar ke daerah Manonjaya. “Namun tim pemenangan Ade-Cecep tetap meminta baik relawan dan simpatisan sesuai koridor dalam masa kampanye ini,” tandasnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.