Ada Kampung Demokrasi & Duta Pilkada di Salawu dan Karangnunggal Tasikmalaya

56
0
GENJOT PARTISIPASI. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya membentuk duta kepemilihan untuk sosialisasi tahapan dan menggenjot partisipasi masyarakat pada Pilkada 2020, Kamis (15/10). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SALAWU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya bentuk kampung demokrasi dan duta Pilkada Tasik di Kampung Pamoyanan Desa Karangmukti Kecamatan Salawu dan di Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal.

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Istianah MAg mengatakan, dibentuknya kampung demokrasi dan duta pemilihan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat juga sebagai sarana edukasi politik terhadap pemilih.

Baca juga : Warga Yudanegara Kota Tasik Ditangkap Polisi di Pom Bensin Siliwangi, Bawa Sabu & Ganja

“Sebagai pilot projects atau percontohan kami bentuk dua kampung demokrasi di Desa Karangmukti Kecamatan Salawu dan Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal, termasuk dua orang duta pemilihan dari utusan mahasiswa kampus IAIC dan STIE,” terang Isti, kepada Radar, Kamis (15/10).

Menurut dia, pembentukan kampung demokrasi ini atas surat dinas dari KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar) agar di daerah membentuk kampung demokrasi dan duta pemilihan.

“Kita akhirnya mengambil percontohan membuat kampung demokrasi di Desa Karangmukti Kecamatan Salawu yang partisipasi masyarakatnya tinggi dan di Desa Cibatuireng Kecamatan Karangnunggal yang partisipasinya rendah,” terang dia.

Loading...

Dia menambahkan, kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh kampung demokrasi ini berupa sosialisasi tentang Pilkada Tasik kepada tokoh masyarakat dan juga kepada pemilih pemula.

“Nah di kampung itu kan suka ada pos kamling, kita jadikan saung demokrasi untuk kumpul para pemuda. Harapannya pos kamling digunakan diskusi kepemiluan, kepemilihan dan demokrasi, sehingga partisipasi pemilih meningkat,” terang dia.

Dibentuknya dua kampung demokrasi ini, jelas dia, diharapkan menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya supaya ada kampung demokrasi di setiap kecamatan yang dibuat mandiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebagai media untuk belajar demokrasi.

“Istilahnya demokrasi masuk desa, jadi ada kegiatan diskusi kepemiluan yang positif karena banyak isu terkait pilkada dan sebagainya. Jadi nanti Panitia Pemungutan Suara (PPS) di desa bisa meluruskan isu-isu seputar pemilihan,” tambah dia.

Baca juga : Pasien di RSUD Kota Tasik Disebar ke RS Swasta, Kenapa?

Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Jajang Jamaludin SAg menambahkan, peran duta pemilihan sendiri nanti bisa mewakilkan komisioner KPU ketika sibuk untuk mengisi kegiatan atau diskusi atas undangan menjadi narasumber.

“Jadi hasil pilihan yang terbaik, diberikan bekal ilmu kepemiluan oleh KPU. Jadi duta pemilihan bisa menyampaikan edukasi dan pendidikan politik kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat atau pemilih,” kata dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.