Ada Karyawannya Reaktif Corona, Wakil Wali Kota Banjar Minta Perlakuan Adil Antara Puskesmas dan Toserba

1072
0

BANJAR – Banyak warga yang membandingkan perbedaan penanganan Covid-19 antara Puskesmas Purwaharja 1 dengan Toserba di Jalan Letjen Soewarto Kota Banjar.

Dimana, sama-sama ada karyawannya terindikasi reaktif corona, Puskesmas langsung ditutup, sedangkan Toserba tidak langsung ditutup, malah beroperasi.

Bahkan, semalam 15 orang langsung diisolasi ke RSUD Kota Banjar untuk selanjutnya dilakukan swab test.

“Kenapa ya kok pemerintah tidak mau menutup toserba, sementara puskesmas Purwaharja 1 langsung ditutup. Kan sama-sama reaktif hasil rapid tesnya,” kata Andi Maulana, salah satu warga Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.

Berita terkait : (VIDEO) Reaktif Corona, 15 Karyawan Toserba di Kota Banjar Diisolasi, Sempat Ada Penolakan

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr Herman Umar mengatakan, pelayanan Puskesmas Purwaharja 1 ditutup karena petugas puskesmas yang dirapid tes hasilnya reaktif, itu mengeluhkan sakit seperti keluhan covid-19. Lalu dirawat dan statusnya PDP.

Sementara karyawan Toserba di jalan Letjen Soewarto itu tidak mengeluhkan sakit dan nampak sehat bekerja seperti biasanya.

Berita terkait : Pengunjung Toserba di Kota Banjar Membludak, Antrean Hingga Jalan Raya
Berita terkait : 1 Karyawan Toserba di Letjen Soewarto Kota Banjar & 1 Pedagang Reaktif Corona

“Karyawan Toserba itu tidak mengeluhkan apa-apa. Jadi penutupan bukan berdasar pada hasil rapid tes. Karena rapid tes sendiri belum tentu positif covid-19.” kata dr Herman Umar.

Berbeda dengan itu, Wakil Wali Kota Banjar, H Nana Suryana tidak mau berpolemik soal penutupan tempat keramaian terutama stigma masyarakat yang terbangun antara tempat perbelanjaan dan pembatasa tempat ibadah.

Begitu juga dengan penutupan pelayanan Puskesmas Purwaharja 1. Kata dia, kebijakan harus seimbang tidak boleh longgar sebelah dan ketat sebelah.

“Kami jadi bulan-bulanan masyarakat, saya sudah mengusulkan untuk seimbang dalam mengeluarkan kebijakan. Semua ada di ketua Gugus Tugas yakni Bu Wali Kota. Tidak boleh pilih kasih dan harus seimbang,” katanya.

(Cecep Herdi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.