Ada Kerumunan Massa, Wakil Wali Kota Tasik Sidak Pencairan BPUM

1380
1
radartasikmalaya.com
Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf saat menyidak pencairan BPUM, Rabu (21/10) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kerumunan massa pencairan Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) di Kota Tasikmalaya yang dilakukan di salah satu perbankan BUMN yang berada di Cihideung disidak Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf.

Pasalnya, Yusuf mengkhawatirkan kerumunan massa itu tak menjaga jarak dan rentan penyebaran Covid-19. Sekira pukul 10.30 WIB, Yusuf pun tiba di lokasi.

Dia melihat kerumunan massa yang sudah berkurang.

Namun, dia tetap mengingatkan warga yang sedang mengantre di lokasi agar tetap menjaga protokol kesehatan.

Lalu, Yusuf pun masuk ke area antrean di bagian belakang kantor pusat salah satu perbankan itu. Dia kembali mengingatkan yang ngantre agar tetap jaga jarak saat duduk.

“Saya ke sini ingin melihat langsung kondisi sebenarnya seperti apa. Ternyata di lokasi pencairan sudah cukup tertib saya lihat,” ujar Yusuf usai sidak kepada radartasikmalaya.com.

“Nah tapi yang kita khawatirkan yang di luar. Yang sedang menunggu di area parkiran. Makanya kami bawa tim operasi Gugus Tugas agar bagaimana menyelamatkan masyarakat serta tetap menjaga jarak,” sambungnya.

Selain itu, jelas Yusuf, warga yang di area parkiran agar tak berkerumun dan tetap menjaga jarak.

Karena teknis agar tak berkerumun ketika besok pencairan lagi agar tak terulang lagi.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Tasikmalaya, Aidil Adhisaputra menuturkan, pencairan BPUM ini dilakukan hingga akhir Desember.

Bantuan ini bisa dicairkan para penerima di 34 unit cabang BRI se-kota dan Kabupaten Tasikmalaya dengan dua KCP. Ataupun di perbankan BUMN lain yang bisa mencairkan bantuan ini.

Jadi, jelas dia, banyaknya massa yang berdatangan itu bukan hanya untuk mencairkan tetapi menanyakan apakah mereka dapat bantuan itu ataupun bagaimana cara mendapatkannya.

“Proses pencairan di kita tetap patuh protokol kesehatan dan koordinasi dengan tim gugus tugas. Namun, pembagian nomor antrean tidak ada dilakukan jam 01.00 WIB dini hari,” tuturnya.

Namun, jelas dia, warga penerima dan yang ingin mendapatkan informasi berdatangan ke kantornya sejak dini hari.

Padahal BRI sendiri menyiapkan nomor antrean sampai 150 orang dan pencairannya juga dilakukan di belakang gedung.

“Padahal mereka yang mendapat bantuan itu bisa melalui transfer ATM. Ataupun mengecek dapat bantuan itu atau tidak bisa dicek di website kita. Nah yang berkerumun hanya bertanya dan ingin mengambil langsung,” jelasnya.

Walaupun demikian, tukas dia, pihaknya sempat kewalahan karena ratusan massa sudah berkumpul di area parkir kantornya sejak dini hari. Padahal pembagian nomor urut dimulai jam 07.30 WIB.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.