Ada Kluster Keluarga Hampir di Semua Kelurahan, Kota Tasik Terancam Zona Merah Covid-19

1440
1
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Meski statusnya masih bertahan di zona kuning pandemi Covid-19, Kota Tasikmalaya kini terancam degradasi masuk ke zona merah.

Pasalnya, perkembangan pasein terkonfirmasi positif kian hari terus terjadi.

Indikasinya, pasien positif covid-19 dari kluster keluarga kini terus ditemukan, bahkan tersebar di semua kecamatan dan bahkan hampir di seluruh kelurahan.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lapangan, sudah terjadi 40 lebih kluster keluarga.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat.

“Perkembangan Covid ya sampai siang ini, kondisinya masih menunjukkan angka kenaikan. Kenaikannya sangat bervariasi,” ujar Uus kepada radartasikmalaya.com, Selasa (10/11) siang.

“Seperti dua hari lalu, kalau tak salah tak ada penambahan. Tetapi hari berikutnya ada penambahan. Nah penambahannya juga sangat bervariasi,” sambungnya.

Meski demikian, terang dia, jika diambil rata-rata penambahannya masih cukup tinggi, kisaran antara 8-15 selama sebulan terakhir.

“Kemarin memang sempat terjadi penambahan luar biasa. Yaitu ketika adanya kluster pesantren. Tapi sekarang Alhamdulillah dari kluster pesantren itu sudah selesai,” terangnya.

Kemudian, tambah dia, beberapa kluster di pesantren lainnya sedang dalam proses. Mudah-mudahan 2-3 hari kedepan sudah bisa dinyatakan close klusternya.

“Tapi yang harus kita waspadai saat ini yang sedang terus berkembang adalah kluster keluarga. Perkembangannya secara sporadis,” tambahnya.

Kluster keluarga ini, jelas Uus, berkembang luas di seluruh wilayah Kota Tasik.

Sehingga jika tak dapat dikendalikan maka peta zona pandemi bisa berubah untuk Kota Tasik.

“Ini bisa menjadikan peta zona pandemi di kita berubah kalau sudah sporadis. Ini bisa membuat kita masuk ke zona merah. Nah salah satu indikator masuk zona merah adalah adanya kasus positif di wilayah tersebut,” jelasnya.

Tukas dia, kluster keluarga ini terjadi di semua kecamatan dan kelurahan.

Ini yang harus dihindari, tapi kluster keluarga ini memang menyebar di 10 kecamatan dan hampir seluruh kelurahan.

“Nah ini terjadi karena banyak di kita yang weekand husband. Jadi kerja di luar kota, pulang ke kota setiap akhir pekan. Artinya mereka kerja di luar Kota Tasik karena keluarganya di kita ya pulang. Jadi bisa berkembang ini karena pelaku perjalanan juga,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Makanya Pemkot Tasikmalaya harus bisa tegas jangan boleh datang dulu yg sudah melakukan perjalanan k luar kota untuk datang ke kota Tasikmalaya bukannya apa-apa APAKAH ANDA TIDAK KASIAN DENGAN KELUARGA YG D RUMAH KAH???KLO GA SAYANG YA TERSERAH AJAAAA situ banyak duit kali buat ngobatin nya hahahahahha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.