Ada Luka Sayatan Panjang di Kepala, Pasien Gangguan Jiwa di Yayasan Garut Tewas

114
0

BANYURESMI – Seorang pasien gangguan jiwa di salah satu yayasan di Kecamatan Banyuresmi meninggal dunia di RSUD dr Slamet Rabu (5/2). Korban yang diketahui bernama Aep Sapuloh (60) itu diduga menjadi korban penganiayaan di tempat pengobatan tersebut.

“Ia informasinya begitu (dianiaya). Saya dapat kabar ketika korban sudah ada di rumah sakit,” ujar Koramil Banyuresmi Kodim 0611 Garut Kapten Inf Saripin saat dihubungi kemarin.

Baca juga : Tak Sesuai Anggaran, Pembangunan RSU Limbangan Garut Ditunda

Menurut dia, korban datang ke rumah sakit dalam kondisi luka akibat benda tajam. Aep dintarkan ke rumah sakit oleh seorang warga.

“Saat diantarkan ke rumah sakit korban ini mengalami luka sayatan benda tajam di bagian dahi sampai kepala bagian belakang. Di bagian wajah juga mulai dari hidung, mulut dan dagu. Kedua matanya memar, di lengan kanan juga ada luka, tangan kirinya bengkok,” ujarnya.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, kata dia, korban juga sempat dibawa ke Puskesmas Bagendit. Karena luka yang diderita korban cukup berat, sehingga korban dirujuk ke rumah sakit. “Sampai rumah sakit pukul 05.00. Belum sempat mendapat perawatan korban sudah meninggal,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan yang dialami korban terjadi pukul 02.00. Tetapi sampai saat pihaknya belum mengetahui siapa pelakunya. “Warga juga mengetahui setelah korban menggedor rumah warga dan minta tolong. Saat itu korban sudah keadaan babak belur,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Banyuresmi Kompol Krisna Irawan mengaku masih mendalami kejadian itu dan memeriksa sejumlah saksi, baik warga maupun pemilik tempat pengobatan. “Sedang diselidiki dulu. Motif dan kejadian sebenarnya aksi penganiayaan yang dialami korban ini,” terangnya.

Baca juga : Penyamak Kulit di Garut Makin Berkurang, Ini Penyebabnya

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga dianiaya di lokasi tempat aktivitas korban. Hal itu terlihat dari bercak darah yang tercecer di lokasi kejadian tepatnya di dekat kandang domba. “Ada bercak darah di sana. Diduga dianiaya di dekat kandang domba,” kata dia.

Krisna menerangkan di lokasi tempat tinggal korban terdapat lima orang yang mengalami gangguan jiwa yang sedang mendapatkan pengobatan. Para pasien termasuk korban, sehari-hari diperbantukan untuk mengurus hewan ternak seperti domba, burung dan puyuh. “Jadi orang gangguan jiwa ini tinggal sama-sama di situ. Dugaan sementara ada keributan sesama pasien di sana,” kata dia.

Meski kecurigaan ke situ, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. “Saat ini kasus ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian Sektor Banyuresmi dan Polres Garut,” ujarnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.