Ada Penambahan Ketinggian Tower Tanpa Izin di Kujangsari Kota Banjar, Perda Dikaji Ulang..

39
1
ilustrasi
Loading...

BANJAR – Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjar tentang Menara Telekomunikasi dinilai perlu dikaji ulang. Hal itu setelah adanya temuan Satpol PP Kota Banjar terkait adanya penambahan ketinggian tower di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari tanpa izin.

Kepala Satpol PP Banjar Edi NR melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjar Aep Saepudin mengatakan Perda Menara Telekomunikasi belum mengatur itu. Pemilik menara telekomunikasi yang menambah ketinggian pun belum bisa ditindak. Meskipun, analisa penambahan ketinggian tanpa izin diklaim melanggar.

“Kita belum bisa menindak dugaan pelanggaran itu karena dalam Perda-nya tidak ada ketentuan sanksi terkait pelanggaran penambahan ketinggian tanpa izin dari pemerintah,” kata dia di ruang kerjanya, Kamis (4/2/2021).

Baca juga : HUT Satpam di Kota Banjar, Ini Pesan Kapolres

Menurut dia, pemilik tower di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari itu diketahui menambah ketinggian tower sebanyak 6 meter. Sebelumnya, tinggi menara telekomunikasi setinggi 32 meter, setelah ditambah menjadi 38 meter. Namun penambahan itu tanpa ada izin dan koordinasi dengan dinas terkait.

loading...

“Kepala desa Kujangsari pun telah mengakui adanya penambahan ketinggian tower. Kemudian kita juga sudah memanggil pihak pemilik tower untuk dikonfirmasi terkait penambahan itu, mereka mengakui. Namun kita bisa menindaklanjuti apakah itu dugaan pelanggaran karena dalam Perda-nya tidak ada sanksi pelanggaran itu,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjar Wawan Gunawan mengatakan sudah membentuk tim untuk mengecek hasil temuan itu. Jika hasil kajiannya penambahan tower melanggar, maka akan diusulkan untuk merevisi Perda-nya.

“Tim sudah ada, nanti saya cek lagi. Untuk sementara kita masih melakukan kajian. Kalau temuan itu jelas melanggar, Perda-nya akan coba kita usulkan untuk direvisi. Itu nanti koordinasi dengan pihak perizinan juga karena terkait izin IMB menara telekomunikasinya,” ujar Wawan. (cep)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.