Ada Potensi Tsunami Besar, 22 Kades & 7 Camat di Pantai Selatan Garut Berkumpul

125
0
TERANGKAN. Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memberikan pengarahan kepada peserta rakor di MA Ma’arif, Kecamatan Cikelet, Jumat (2/10). Yana Taryana / Rakyat Garut
TERANGKAN. Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memberikan pengarahan kepada peserta rakor di MA Ma’arif, Kecamatan Cikelet, Jumat (2/10). Yana Taryana / Rakyat Garut

BUNGBULANG – Pemerintah Kabupaten Garut melaksanakan rapat koordinasi dengan para camat dan kepala desa yang ada di wilayah pesisir Pantai Selatan. Pertemuan dengan 7 camat dan 22 kepala desa ini dilaksanakan di Aula Madrasah Aliyah Al-Maarif, Kecamatan Cikelet, Jumat (2/10).

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan, pertemuan ini diadakan sebagai tindak lanjut terkait adanya potensi gempa bumi dengan magnitudo 9,1 SR yang dapat memicu tsunami hingga 20 meter dari zona gempa bumi megatrus yang terjadi di pantai selatan Jawa.

“Ini sebagai antisipasi dan mitigasi bencana jika terjadi bencana itu,” ujarnya.

Helmi menerangkan, antisipasi dan mitigasi bencana ini dilakukan, karena ada tujuh kecamatan dan 22 desa yang akan terkena dampak jika bencana megatrus ini terjadi.

Ketujuh kecamatan itu, yakni Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Mekarmukti, Caringin, Bungbulang dan Pakenjeng.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Pemkab Garut Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian & Peternakan

Loading...

Maka dari itu, Helmi mengingatkan kepada warga khususnya di 22 desa ini untuk tetap waspada akan adanya bencana alam yang diprediksi akan terjadi di wilayah pantai selatan ini.

”Untuk itu kita sebagai hamba-Nya harus tetap sabar, berdoa, tetap tenang dan waspada terhadap berbagai kemungkinan. Insya Allah ada hal baik yang Allah tetapkan untuk hamba-Nya yang beriman dan bertakwa,” ucapnya

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Firman Karyadin mengatakan, dalam rakor ini pihaknya juga memberikan edukasi melalui tayangan-tayangan tentang megatrus berikut asal muasal gempa megatrus itu.

Menurutnya, edukasi ini dilakukan supaya masyarakat selalu waspada, paling tidak bisa bersama-sama mempersiapkan sarana prasarana untuk meminimalisir dampak kerusakan maupun korban, mulai dari mempersiapkan jalur evakuasi hingga tempat aman, dan hal lainnya.

“Mudah-mudahan ini hanya perkiraan saja, dan tidak terjadi,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.