Ada Swab Test Massal, Pedagang di Kota Banjar Malah Tutup Toko

73
1
TES SWAB. Warga menjalani swab test di sekitar Pasar Banjar Kamis (25/6). Sebagian pedagang lebih memilih menutup toko daripada jalani swab test. anto sugiarto / radar tasikmalaya
TES SWAB. Warga menjalani swab test di sekitar Pasar Banjar Kamis (25/6). Sebagian pedagang lebih memilih menutup toko daripada jalani swab test. anto sugiarto / radar tasikmalaya

BANJAR – Pemerintah Kota Banjar mengadakan swab test bagi pemilik toko dan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di perempatan Pasar Banjar, Kamis (25/6). Namun, sejumlah pertokoan di Jalan Kantor Pos mendadak tutup mengetahui adanya pelaksanaan swab test.

“Mending tutup dulu sebentar. Bukannya tidak mau di-swab test, tapi jika hasilnya positif gimana. Anak istri saya mau makan apa,” ujar salah seorang PKL Mamat (45) kepada wartawan kemarin. Menurut dia, alasan itu yang juga diduga dirasakan pedagang lain.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra mengatakan swab test kali ini menyasar pemilik toko, pedagang dan juru parkir yang biasa mangkal di sekitar Pasar Banjar.

“Maksud kita kan baik melakukan swab test, sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. Karena tidak ada yang tahu terinfeksi atau tidaknya jika belum dites,” ujarnya.

Baca juga : Warga Kota Banjar Minta Batalkan RUU HIP

Sementara itu, selama sepekan, sudah 604 orang di Kota Banjar mengikuti swab test. “Yang di-swab test dari hari pertama sampai kemarin (Rabu, Red) sudah mencapai 604 orang,” ujar dr H Agus Budiana.

Di hari pertama, 100 pedagang di Pasar Banjar mengikuti swab test. Hasilnya, tidak ada yang positif Covid-19. Sedangkan di hari kedua belum ada hasilnya dan masih menunggu.

“Hasil swab test hari pertama juga kemarin sore baru datang, alhamdulillah tidak ada yang positif Covid-19,” tegasnya.

Baca juga : Di Kota Banjar, DBD Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Dia menargetkan 831 orang mengikuti swab test. Meskipun, Kota Banjar, kata dia, diberikan alat atau kit untuk sekitar 1.090 orang.

“Sisanya akan digunakan jika nanti ada yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tracking,” ujarnya.

Kemarin, kata dia, para pemilik toko dan pedagang di pusat kota, Jalan Kantor Pos dan Letjen Suwarto mengikuti swab test. Targetnya, maksimal 110 orang.

“Mudah-mudahan dengan dilakukan swab test supaya diketahui (terdeteksi, Red) mereka yang berisiko tertular virus corona atau tidak,” jelasnya. (nto)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Hindari tes masal karena hasil nya akan merugikan ,,dampak nya bukan bikin baik tapi jdi bikin imun tubuh jdi turun dengan hasik yg tak pasti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.