Ada yang tak Normal dalam Kepemimpinan di Kabupaten Tasik

4808
1
Oleh Asep M Tamam
Loading...

SINGAPARNA – Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam mengatakan, kembali mencuatnya pengisian wakil bupati setelah sekian lama ada nama yang terpilih menimbulkan tanda tanya besar.

Artinya ada yang kurang normal dengan kepemimpinan di Kabupaten Tasikmalaya.

Kata Asep, untuk menentukan dan melantik wakil bupati saja sedemikian panjang perjalanannya sehingga sisa masa jabatan pada periode ini hanya menyisakan sekitar empat bulan, padahal wakil bupati sudah terpilih sejak Februari lalu.

“Akan tetapi jika prosedur dan prosesnya memungkinkan untuk dilantik menjadi wakil bupati Tasikmalaya jalani saja sesuai aturan,” katanya,

“Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya sudah apatis selama ini, akan tetapi kalau memang pada akhirnya dibutuhkan hadir wakil bupati walaupun hanya menjabat empat bulan lagi, laksanakan dan ikuti prosedurnya,” kata Asep.

Lanjut dia, proses pelantikan yang belum pasti ini jangan sampai menjadi sejarah di Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya ada wakil bupati terpilih yang tidak dilantik menjadi definitif.

“Ini akan menjadi catatan sejarah yang kurang baik bagi pemerintah daerah maupun bagi diri pribadi wakil bupati terpilih itu sendiri. Sejarahnya ada wakil bupati yang tak dilantik, padahal sudah resmi terpilih,” ujarnya.

Loading...

Sementara itu, jika wakil bupati Tasikmalaya sisa periode 2016-2021 terpilih dan Deni Sagara jadi dilantik oleh gubernur Jawa Barat (Jabar) secara definitif maka sisa jabatannya hanya sampai Maret 2021.

Kepastian pelantikan sendiri masih menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas usulan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui gubernur Jabar.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kabupaten Tasikmalaya H Nunu Nugraha Purwasetyo kepada Radar, Minggu (15/11).

Dia menjelaskan, untuk sisa masa jabatan wakil bupati Tasikmalaya terpilih masa periode 2016-2021 jika jadi dilantik, menjabatnya sampai Maret 2021.

Baca juga : MUI Kota Tasik Dukung RUU Minol, Tipiring tak Efektif

“Jadi kalau untuk waktu pelantikan tidak ada batasan, yang jelas tidak lebih dari sisa masa jabatan sampai Maret 2021. Apalagi keputusannya ada di Mendagri melalui Pemerintah Provinsi Jabar atas usulan daerah,” terang Nunu kepada Radar, Minggu (15/11).

Menurut Nunu, sebelum pengisian jabatan wakil bupati ini mencuat kembali, ada dua opsi penawaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pertama jika pengisiannya dibatalkan karena dianggap ada salah satu syarat administrasi yang belum dilengkapi harus diparipurnakan oleh DPRD.

Kemudian, lanjut dia, opsi kedua dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ketika jabatan wakil bupati Tasikmalaya tetap mau diisi, maka persyaratannya harus dilengkapi dan setelah selesai diumumkan dalam paripurna DPRD untuk diusulkan kembali.

“Nah, tahapan paripurna persetujuan lanjutan pengisian jabatan wakil bupati masa periode 2016-2021 kan sudah dilaksanakan oleh DPRD. Sudah diusulkan melalui pemerintah provinsi ke Kemendagri, jadi tinggal menunggu keputusannya,” jelas Nunu yang juga Kasubag Kajian Evaluasi Produk Hukum Daerah di Setda Kabupaten Tasik ini. (dik)

loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.