Gedung Tulip RSUD Masih Dalam Masa Pemeliharaan

Adang: Kami Akan Lakukan Pengecekan

82
0
SEMPAT BANJIR. Kondisi Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya usai digenangi air, Minggu (23/6). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Kekurangan hasil pekerjaan Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo masih menjadi tanggung jawab rekanan, karena masih dalam masa pemeliharaan hingga Juli 2019. Namun begitu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya tetap intensif memeriksa progres perbaikan bangunan yang rencananya dipakai untuk rawat inap pasien tersebut.

“Secara teknis apabila terdapat kekurangan-kekurangan dari hasil pekerjaan gedung tersebut, merupakan kewajiban pengusaha atau pengembang dalam memperbaikinya,” ucap Kepala DPUPR Kota Tasikmalaya H Adang Mulyana saat ditemui di bale kota, Kamis (27/6).

Menurut Adang, pihaknya baru mengetahui terdapat sejumlah persoalan pada pembangunan Gedung Tulip ketika terungkap ke publik. Saat itu, di gedung lima lantai yang dibangun dengan anggaran Rp 15 miliar itu terdapat genangan air. Genangan tersebut berasal air torn yang meluap hingga merembes ke sejumlah ruangan.

“Kami sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi, Red) sudah sesuai, tetapi adanya kekurangan akan kami lakukan pengecekan kembali. Supaya bisa diselesaikan sehingga gedung dapat beroperasi dengan optimal,” jelas Adang.

Adang menyebut pembangunan gedung itu belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat satu tahapan lagi sebagai tahap akhir pembangunan terutama di lantai atas. Termasuk beberapa instrumen pelengkap gedung supaya beroperasi dengan baik.

“Jadi tiga tahapan pembangunannya. Pertama struktur bangunan, kemudian yang di tahun 2018 adalah menyelesaikan tahap dua dan terakhir finishing lantai atas,” kata dia.

Disinggung terkait adanya dugaan kesalahan desain atau tata letak, Adang mengaku tidak dapat berkomentar banyak. Karena hal tersebut di luar wilayahnya.

“Kalau kaitan itu, saya tidak bisa ber­komentar, yang mengetahui soal kebocoran pipa saja. Ka­mi hanya kaitan teknis,” ungkapnya.

Kuasa Hukum RSUD dr Soekardjo Taufik Rachman, sebelumnya, menjelaskan ketika torn penyimpanan air di atap gedung dicek, ternyata riskan terjadi kebocoran. Di samping adanya rongga kosong untuk jalur lift, kondisi di bagian atap gedung tidak ada lubang pembuangan untuk menyalurkan air hujan atau air genangan di atap. “Dari laporan petugas teknis rumah sakit dan kami cek ke lokasi memang betul. Kondisi seperti itu,” terang dia. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.