Ade Harus Turun ke Pelosok, Sosialisasi ke Masyarakat Bisa Angkat Popularitas

63
0
Ade Sugianto

SINGAPARNA – Belum tingginya tingkat popularitas petahana H Ade Sugianto ke daerah-daerah, dinilai akibat kurang intennya turun sosialisasi ke masyarakat di pelosok.

Hal tersebut dikatakan, pengamat politik Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat. Menurutnya, waktu yang tersisa di tahun 2019-2020 harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Ade Sugianto sebagai bupati, apabila ingin menjadi pemenang pada Pilkada 2020.

“Ade hendaknya membangun citra dengan memanfaatkan waktu dan kesempatan yang tersisa jelang Pilkada 2020. Dengan rajin turun ke pelosok dan terus menunjukkan kinerjanya, bisa menjadi solusi mengangkat popularitas dan elektabilitas di masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Kamis (26/12).

Langkah awal, kata Deden, Ade harus membangun team work di pemerintahannya, dari mulai mengambil langkah pengisian kekosongan jabatan sekda termasuk para kepala dinas secepat mungkin.

Kemudian, melakukan sinkronisasi program di 2020 yang pro rakyat. Artinya membuat sebuah program yang langsung dirasakan khalayak masyarakat banyak. Baik itu di bidang penguatan SDM, infrastruktur dan pelayanan dasar kesehatan serta pendidikan.

“Saya pikir masyarakat akan melihat kinerja itu. Maka, ketika Ade sering turun ke pelosok atau ke masyarakat harus dengan membawa program yang pro rakyat, program rembug warga dan Jumat keliling bisa dimanfaatkan,” katanya, menyarankan.

Kemudian, lanjut dia, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Selain itu mendekati simpul-simpul di masyarakat melalui pemangku kepentingan seperti jejaring organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, profesi, struktur di tingkat desa bisa menjadi salah satu cara terbaik sosialisasi.

“Jadi yang tumbuh di mata masyarakat bukan hanya kepentingan beliau di pilkada, dengan sendirinya citra sebagai bupati akan tumbuh dan masyarakat banyak yang tahu, seorang pemimpin harus bisa menyentuh hati rakyat,” tambah dia.

Pengamat politik sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam menambahkan, sebetulnya Ade Sugianto jangan terlalu khawatir ada sebagian masyarakat yang tidak mengenal dirinya sebagai bupati. Walaupun akan kembali maju di Pilkada 2020. Karena, bakal calon lainnya pun belum secara merata dikenal sampai ke pelosok.

“Pada saatnya nanti musim kampanye termasuk pemasangan baliho pasti akan diketahui, intinya Ade harus banyak turun ke daerah-daerah untuk bersosialisasi,” kata Asep.

Kata Asep, tidak dikenalnya Ade di daerah karena mungkin jarang turun ke pelosok, baik itu secara pemerintahan atau kepartaiannya. “Untuk bisa dikenal ya harus terjun ke pelosok. Kalau ketua partai tidak usah khawatir, mesin partai pasti bergerak dan bekerja mengumpulkan dukungan,” papar dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.