Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Serahkan Proses Pencalonan kepada Mekanisme Partai

Ade: Saya Fokus Dulu Jadi Bupati

25
0
Ade Sugianto

SINGAPARNA – Jelang Pilkada 2020, petahana Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto belum menunjukkan gerakannya dalam pemetaan koalisi. Dia mengaku masih fokus dalam pekerjaanya menjadi bupati.

“Enggak lah, saya fokus dulu menyelesaikan tugas saya sebagai bupati. Kalau soal itu (pilkada) saya serahkan kepada mekanisme partai,” kata Ade yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya kepada Radar, Selasa (8/10).

Menurut Ade, walaupun Pilkada 2020 sudah di depan mata, dirinya masih fokus untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan sebagai bupati. Namun, untuk persoalan pilkada semuanya sudah berjalan dan dilaksanakan oleh partai dengan mekanismenya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya H Demi Hamzah Rahadian SH MH mengatakan, mekanisme yang dilaksanakan oleh PDIP jelang Pilkada 2020 sudah berjalan. Baik penjaringan kandidat yang akan di usung atau komunikasi dengan partai politik lain.

“Penjaringan calon di internal partai sudah dibuka dan sedang berjalan. Namun, tampaknya sampai saat ini, calon atau figur yang dianggap rasional untuk di internal kader, yang terbaiknya masih Ketua DPC PDI Perjuangan Ade Sugianto,” katanya, menjelaskan.

Menurut Demi, Ade Sugianto dinilai layak dan terbaik karena terpilih kembali sebagai ketua DPC lima tahun ke depan. Kemudian dari aspek senioritas di PDI Perjuangan pun sudah sangat mumpuni.

“Beliau berpengalaman dan saat ini menjabat sebagai bupati Tasikmalaya jabatan politik tertinggi. Nah ini menjadi ukuran di internal partai. Kemudian usulan nama Pak Ade muncul dan diusung oleh pengurus PAC dan ranting dari bawah. Jadi di PDI Perjuangan tidak dikenal mencalonkan sendiri, tetapi muncul berdasarkan musyawarah partai dan dorongan dari tingkat bawah,” kata Demi.

Lanjut dia, pihaknya sudah menyampaikan Ade Sugianto ke DPD dan DPP PDIP sebagai kandidat untuk maju menjadi calon bupati di Pilkada 2020. Namun, kembali lagi kepada keputusan akhirnya ada di tangan DPP. Karena DPP bisa juga memunculkan nama dari yang sama sekali tidak didorong partai di daerah dengan pertimbangan lain. “Jadi politik itu semua hal mungkin. Tidak ada hal yang tidak mungkin,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, pada pesta demokrasi lima tahunan ini semuanya masih terbuka. Semua konstelasi bisa terjadi melihat peta politik hari ini. “Jadi kalau menurut saya bisa terjadi dua atau tiga pasangan calon. Bahkan bisa juga kembali calon tunggal,” ujarnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.