Jangan Salah Pilih Wakil

Ade Sugianto Kandidat Terkuat di Pilkada 2020

636
0
Ade Sugianto

SINGAPARNA – Walaupun petahana Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto banyak yang menilai belum dikenal secara merata. Namun, politisi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya ini pun menjadi salah satu kandidat terkuat pada Pilkada 2020.

Pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam menilai Ade Sugianto yang merupakan petahana bupati masih cukup kuat jelang Pilkada 2020.

“Ya sejauh ini masih cukup kuat. Karena masih menjabat sebagai bupati dan memiliki akses masuk ke semua kalangan masyarakat lewat program di pemerintahan,” ujarnya kepada Radar, Kamis (2/1).

Kata dia, selama Ade menjadi bupati tidak banyak terekspose dengan berita-berita negatif yang bisa menurunkan pamor, wibawa atau elektabilitas sebagai pimpinan daerah.

“Jadi kelihatannya sedikit bicara banyak bekerjanya, ini akan menjadi nilai plus di mata masyarakat, termasuk banyak juga program kerjanya sudah dirasakan oleh semua kalangan masyarakat,” katanya.

“Artinya, Ade sebagai petahana perlu strategi yang jitu, yakni dengan memilih berkoalisi dengan partai hijau tua (PPP) atau muda (PKB) termasuk tepat memilih wakilnya nanti berpasangan di Pilkada 2020, jadi kelemahan partai bisa diatasi,” ujarnya.

Terpisah, Pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat mengatakan, peluang Ade pada Pilkada 2020 masih sangat kuat dan terbuka.

“Saya pikir kalau petahana maju di Pilkada 2020 masih sangat kuat dan mempunyai peluang besar untuk memenangkannya. Paling tidak sebagai bupati saat ini Ade sudah cukup dikenal masyarakat, termasuk pemangku kepentingan di masyarakat,” kata Deden.

Artinya pemangku kepentingan masyarakat di tingkat RT/RW, desa hingga kecamatan termasuk tokoh dan organisasi kemasyarakatan di bawah pasti mengetahui dan mengenal Ade Sugianto. Tinggal bagaimana Ade bisa memanfaatkan status bupati petahana jelang Pilkada 2020.

“Jadi kelebihan Ade itu sebagai petahana bisa dibilang masih paling kuat di antara para calon baru yang muncul. Artinya Pak Ade yang masih bupati ketika melaksanakan program kerja turun ke bawah, otomatis masyarakat akan mengenalnya,” ungkap Deden.

Kemudian, lanjut dia, sebagai pimpinan partai di PDI Perjuangan, Ade juga punya jejaring komunikasi yang kuat dengan para pemangku kepentingan di partai, termasuk memiliki mesin partai yang bisa digerakkan.

“Ke­be­ra­daannya diakui kuat di pengurus partai di tingkat DPC, DPD hingga DPP. Sehingga peluangnya men­da­patkan SK untuk maju kembali di Pilkada 2020,” tam­bah dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.