Adik-Kakak Bobol Kotak Amal

45
0
DIPERIKSA. Anggota polisi memeriksa adik-kakak pelaku pencurian kemarin. Kedua pelaku diduga mencuri isi kotak amal di masjid Kampung Cipenta.

TAROGONG KALER – Dua pemuda diamankan kepolisian di Kampung Cipenta Desa Mekarjaya Kecamatan Tarogong Kaler Selasa siang (17/12). Pemuda berinisial HS (17) dan HE (20) itu diamankan karena diduga mencuri isi kotak amal di masjid wilayah tersebut.

“Kami amankan setelah kedua pelaku ini tertangkap tangan warga mencuri isi kotak amal masjid,” ujar Kapolsek Tarogong Kaler Ipda Asep Saepudin kepada wartawan di kantornya kemarin.

Menurut dia, aksi pencurian dilakukan kedua pelaku sekitar pukul 11.30. Saat itu, pemuda yang merupakan adik-kakak itu berpura-pura akan melaksanakan salat zuhur. Ketika keadaan sepi, pelaku diduga membongkar kotak amal di masjid.

Namun, salah seorang pengurus masjid melihat gerak-gerik mencurigakan dari kedua pelaku, sehingga masuk ke dalam masjid dan pura-pura membetulkan ampli. “Saat memerbaiki ampli, saksi melihat kotak amal sudah dalam kondisi rusak. Saat itu juga saksi melapor kepada warga dan langsung menangkap pelaku,” ujarnya.

Warga yang geram sempat melakukan aksi massa. Beruntung pelaku segera dibawa ke Mapolsek Tarogong Kaler. “Kedua pelaku sempat diamuk massa, tetapi kami berhasil mengamankan dan menenangkan massa, sehingga aksi itu tidak berlanjut,” katanya.

Asep menerangkan dari tangan kedua pelaku, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, mulai uang dari dalam kotak amal, obeng hingga permohonan permintaan dana masjid. Berdasarkan pengakuan kakak beradik itu, aksi pencurian dilakukan untuk menutupi kewajibannya menggalang dana untuk pembangunan masjid. “Mungkin karena tidak ada yang ngasih, akhirnya mereka ini mencuri uang kotak amal masjid karena merasa tidak ada yang memerhatikan,” ucapnya.

Sementara itu, HS salah seorang pelaku mengaku awalnya tidak berniat mencuri. Namun karena tidak memiliki uang untuk setoran, niat mencuri pun muncul begitu saja. “Saya setiap hari harus setor minimal Rp 15 ribu. Kalau nggak setor proposal yang saya bawa bisa diambil lagi,” ujarnya.

Ia menyebut mendapatkan tugas dari seseorang untuk mengumpulkan sumbangan. Keduanya berdalih sumbangan itu untuk masjid dan pesantren. “Tapi saya bukan santrinya, nggak pernah juga ngaji di sana,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.