Beranda Kota Tasik Agar Tidak Kembali, Tingkatkan Pengawasan di Lapangan

Agar Tidak Kembali, Tingkatkan Pengawasan di Lapangan

44
1
BERBAGI
MEMBERI PENJELASAN. Kasi Tibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya memberikan penjelasan kepada pedagang yang berjualan di trotoar Jalan HZ Mustofa, belum lama ini.

Usai melakukan penertiban dan pengendalian Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalur Dua HZ Mustofa. Tim kembali beraksi dengan memagari sepanjang jalan itu dengan petugas.
Kasi Tibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Hendih Junaedi mengatakan upaya tersebut sebagai langkah pemeliharaan hasil penertiban yang telah dilakukan. Memploting anggota sehingga masyarakat terbiasa dengan kondisi trotoar tertib tanpa PKL. Mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. “Kita terjunkan 180 personel gabungan Satpol PP, Linmas, Dishub, TNI, Polri, kecamatan dan kelurahan. Ditempatkan di titik-titik rawan PKL lakukan alih fungsi trotoar,” ujarnya di sela penjagaan, belum lama ini.
Pasca penertiban hari pertama, kata dia, laporan petugas di lapangan situasi jalur dua ini terbilang kondusif. Tidak ada PKL yang membandel untuk kembali menempati trotoar. Adapun yang dibiarkan berjualan, PKL yang menempati depan toko dengan menjorok ke halaman toko tanpa mengganggu fungsi trotoar. “Sebab selama ini mereka melanggar Perda Nomor 11 Tahun 2009 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Mengalihfungsi trotoar menjadi tempat jualan,” terang dia.
Hendi menambahkan, selain pengawasan sudah dilakukan juga penertiban di beberapa ruas jalan seperti Jalan Oto Iskandardinatta. Sementara di wilayah Jalur Dua HZ Mustofa tetap dipantau mengerahkan petugas untuk dengan mobil patroli setiap beberapa jam sekali. “Tidak menutup kemungkinan, ke depannya jalan lain yang disinyalir aktif pelanggaran PKL kita sisir juga. Namun kita follow up dulu hasil monev yang dilaksanakan wali kota beberapa waktu lalu,” tuturnya.
Sementara di HZ Mustofa mulai dari taman kota hingga Simpang Nagarawangi tetap dijaga dengan kondisi eksisting. Belum mengarah kepada penertiban seperti di jalur dua. Hendih mengakui persoalan di jalur tersebut terbilang kompleks. Sehingga perlu penanganan serius bersama dinas dan pihak lain yang terkait menangani persoalan tersebut. “Di sana perlu penanganan serius secara bersamaan dan sinergi. Maka penjagaan seperti biasa saja. Sementara di kawasan RSUD dr Soekardjo, Dadaha dan Pasar Wetan kita tidak plotingkan dulu anggota seperti biasa karena fokus kita ke HZ Mustofa dan Oto Iskandardinatta dulu,” papar dia.
Sekretaris Tim Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Tasikmalaya yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Tasikmalaya, Rahman S.Sos MSi menambahkan bahwa penataan PKL akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Tidak hanya PKL yang ada di area sport center Dadaha saja, akan tetapi seluruh PKL yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya dan berjualan di tempat yang bukan peruntukannya. (igi/red)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here