Agenda Pos Baru

1

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

RIJEKA – Kroasia akan menghadapi Inggris pada laga kedua Grup A4 UEFA Nations League. Laga di Stadion Rujevika ini bakal menjadi ajang penebusan dosa kedua negara.

Kroasia selaku tuan rumah ingin memenangkan pertandingan ini setelah sebelumnya dihajar setengah lusin gol oleh Spanyol di laga perdana Grup A4.

Bagi Kroasia, kekalahan 0-6 itu jelas sangat memalukan mengingat beberapa pekan sebelumnya mereka bermain di final Piala Dunia 2018.

Karena itu, sebagai penebusan dosa, mereka bertekad mengalahkan Inggris, dini hari nanti. Dan tekad tersebut dilontarkan langsung Pelatih Krosia, Zlatko Dalic dalam sesi jumpa pers menjelang pertemuan kontra Inggris.

“Kekalahan dari Spanyol sangat sulit, tetapi itu terjadi. Kami perlu memperbaiki situasi melawan Inggris untuk memperbaiki kesan yang kami tinggalkan dan karena kami sedang membangun tim untuk kualifikasi Euro,” kata Dalic di Croatia Week.

Dijelaskannya, anak asuhnya memang bermain buruk di Spanyol. Di saat bersamaan, mereka juga ditinggal sejumlah pilar yang pensiun pasca Piala Dunia.

“Tetapi, itu masa lalu. Masalah dengan bentuk terjadi juga pada Barcelona dan Real Madrid. Dan kami harus siap untuk Maret (kualifikasi Euro),” tegasnya.

Menghadapi Inggris, ia tetap berharap banyak pada Luka Modric dan Ivan Rakitic. Sementara di lini depan, dengan pensiunnya Mandzukic, sang pelatih menaruh harapan besar pada Ante Rebic.

“Ante Rebic salah satu opsi striker. Di Piala Dunia, ia hebat. Dan ia akan mendapatkan kesempatan melawan Inggris. Kami akan menemukan solusi yang tepat dan Rebic bisa membawa kecepatan dan agresi seperti yang diberikan Mandzukic,” jelasnya.

Di semifinal Piala Dunia, Kroasia sukses menaklukkan Inggris. Meski begitu, laga ini bakal berbeda. Menurutnya, Inggris memiliki banyak pemain muda yang agresif.

“Inggris cepat, muda, ambisius dan kami akan mengalami beberapa kesulitan,” ungkapnya.

Selain itu, laga ini bakal berat bagi Kroasia. Sebab, mereka tidak akan mendapat dukungan fans. Menyusul munculnya lambang Swastika di stadion sebelum menghadapi Italia di laga kualifikasi Piala Eropa, Kroasia dihukum UEFA.

“Pertandingan akan dimainkan tanpa penggemar dalam suasana yang bukan sepak bola,” tegasnya.

Inggris juga datang ke Rijeka dengan tujuan menang. Marcus Rashford mengatakan, kemenangan akan menjadi penebusan setelah mereka dikalahkan di semifinal Piala Dunia lalu.

“Saya dan para pemain lainnya hanya ingin menebus kesalahan di Piala Dunia lalu. Ini kesempatan besar bagi kami,” katanya di talkSPORT.

Penyerang Manchester United itu menyebut, laga ini juga menjadi ujian yang sangat bagus dalam upaya meningkatkan kualitas permainan menghadapi negara-negara kuat.

“Kami harus siap bekerja keras demi membawa pulang tiga angka dari pertandingan melawan Kroasia dan Spanyol,” ujarnya.

Gelandang Inggris, Kieran Trippier menambahkan, meraih poin adalah fokus mereka. “Ini bukan misi balas dendam. Kroasia bagus di semi final Piala Dunia, tetapi ini laga lain. Kami ingin menang, mendapat poin yang dibutuhkan kemudian fokus ke laga kontra Spanyol,” tegas pemain Tottenham Hotspur itu di Sky Sports.

Inggris datang ke Kroasia dengan pemain-pemain muda seperti Jadon Sancho, Mason Mount dan James Maddison. Yang paling disorot adalah Sancho.

Pemain berusia 18 tahun yang kini menjadi raja assist di lima liga elite Eropa bersama Borussia Dortmund. “Debut lawan Kroasia adalah impian saya. Saya tak bisa meminta lebih dari itu,” tutur Sancho di FFT.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate juga menegaskan anak asuhnya harus bisa mengalahkan Kroasia untuk mempertahankan momentum bagus Inggris.

Selain itu, kemenangan juga akan memberi mereka harapan terus melaju di turnamen ini sebagai wakil Grup A4 setelah di laga pertama mereka kalah 1-2 dari Spanyol.

“Ini adalah game yang penting. Kami berada dalam posisi yang baik sekarang. Tidak harus merobek semuanya dan mulai lagi,” tegasnya di The Guardian. (amr/fin)

loading...