Agnia Care Ponpes Idrisiyyah Peduli Pendidikan, Pembangunan & Sosial

54
0
ISTIMEWA PEDULI UMAT. Agnia Care Ponpes Idrisiyyah saat membagikan bantuan kepada masyarakat beberapa waktu lalu. Bantuan tersebut bentuk kepedulian Agnia Care kepada umat.

AGNIA Care merupakan program Pondok Pesantren Idrisiyyah Tasikmalaya. Program yang dibentuk 2017 ini bergerak dalam bidang bantuan pembangunan, kemanusiaan dan sosial.

Agnia Care juga merupakan bagian dari BMT Idrisiyyah. Fungsinya sebagai baitul maal (pengelolaan dana sosial) dan baitul tamwil (pengelolaan dana komersial).

Baca juga : Agnia Care Idrisiyyah Bedah Rumah Dhuafa Warga Jatihurip Cisayong Tasik

“Seiring terus berkembangnya peranan pengelolaan zakat infak dan sedekah (ZIS), Agnia Care ini berdiri secara otonom supaya memiliki ruang gerak yang lebih luas dan tidak hanya sebatas menjangkau dana BMT Idrisiyyah,” kata Direktur Agnia Care Idrisiyyah Ustaz Mara Umar, Senin (27/7/2020).

Agnia Care awalnya memang dibentuk oleh pesantren dalam bantuan pendanaan pembangunan di Pondok Pesantren Idrisiyyah. Salah satunya pembangunan Masjid Idrisiyyah yang begitu megah, termasuk pembangunan bangunan perguruan tinggi, bangunan kompleks pesantren.

“Itu merupakan bukti yang dilakukan oleh Agnia Care yang mengumpulkan infak zakat dan sedekah dari masyarakat, jemaah, termasuk donatur,” jelas Ustaz Mara.

Selama ini, Agnia Care fokus utamanya menghimpun donatur-donatur untuk pembangunan sarana pendidikan, dakwah di pondok pesantren.

“Termasuk dalam pengiriman dai-dai ke berbagai tempat, intinya fokus dukungan bantuan untuk dakwah dan pendidikan,” ungkapnya.

Ustaz Mara menjelaskan, karena beberapa penunjang dakwah dan pendidikan itu sudah terbangun, bahkan saat ini tinggal menyempurnakan, kini mulai melihat masyarakat di luar pesantren yang membutuhkan bantuan.

“Saat ini yang sering kami lakukan yakni memberikan bantuan bedah rumah duafa. Karena ada beberapa rumah duafa yang kondisinya memang mengkhawatirkan,” kata dia.

Untuk melaksanakan bedah rumah duafa itu, Agnia Care selalu mengupayakan bekerja sama dengan pemerintahan setempat. Termasuk donatur dan Badan Amil Zakat Daerah (Bazda).

“Kami sangat prihatin dengan kondisi itu, alhamdulillah dengan bantuan dan kerja sama semua orang. Kegiatan yang dikoordinir oleh kami, bisa terealisasi,” kata Ustaz Mara.

Bedah rumah duafa, kata dia, saat ini sedang berlangsung di Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya.

“Sejauh ini baru dua rumah duafa yang kita bedah. Untuk yang mengajukan bantuan bedah rumah itu cukup banyak, cuma karena keterbatasan dalam pendanaannya belum begitu banyak, makanya kami mengajak para donatur untuk ikut dalam kegiatan sosial ini,” jelasnya.

Bedah rumah duafa merupakan program Agnia Care pada 2020. Selain itu ada juga program membantu usaha kecil menengah (UKM) yang memerlukan modal dan pendampingan.

“Itu akan kita laksanakan program ini pada bulan Agustus ini. Untuk ini kita bekerja sama dengan pengusaha yang peduli terhadap UMKM yang memerlukan bantuan modal dan pembinaan,” ujarnya.

Pada 2020, fokus Agnia Care membedah rumah dan bantuan modal untuk pembinaan UMKM. Adapun program yang sudah berjalan sebelumnya yaitu bantuan sosial. Mulai pembagian santunan anak yatim, pembagian sembako dan peduli korban bencana alam.

Dalam waktu dekat ini, kata Ustaz Mara, Agnia Care memberikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan pengadaan alat kesehatan, mulai alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, disinfektan dan lainnya.

“Itu terus kami laksanakan. Bahkan untuk bantuan Covid-19 dilaksanakan di beberapa daerah. Mulai Jawa Barat, DKI Jakarta dan daerah lainnya,” ujarnya.

Ustaz Mara menargetkan pada tahun 2020, Agnia Care Ponpes Idrisiyyah terus memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, bantuan yang himpun oleh Agnia Care bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Tidak hanya di lingkungan pesantren.

Baca juga : CEO Idrisiyyah Foundation Raih Gelar Doktor, Ini Harapannya..

“Target kami terus memberikan bantuan di luar pesantren melalui program bedah rumah dan juga pemberian modal UKM di samping terus meningkatkan sarana pendidikan,” ujarnya.

“Kami menginginkan setiap bulannya ada rumah duafa yang dibedah. Makanya harapan kami donatur-donatur bisa berdatangan untuk membatu masyarakat yang memang membutuhkan ini,” ujarnya berharap. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.