Aher Tunjuk BJB Bangun Masjid yang Rusak

259
0
Nana Suryana / radar tasikmalaya TINJAU KORBAN. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran kemarin (20/12).

PANGANDARAN – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengunjungi sejumlah lokasi terdampak gempa di Pangandaran, kemarin (20/12). Didampingi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Aher juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada korban gempa.
Selain memberikan bantuan kepada korban gempa, dalam kunjungan Aher juga sempat berdiskusi terkait pembangunan masjid Al Ihsan di Desa Wonoharjo yang nyaris ambruk. Ia pun menunjuk bank BJB untuk membantu proses perbaikan masjid tersebut dengan pola bantuan CSR. “Masjid ini membutuhkan dana sekitar 250 juta, kita sepakat dari Pemkab Pangandaran 150 juta dan bank BJB 100 juta,” ungkapnya.
Di hadapan masyarakat, Aher menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang melanda beberapa wilayah di Jawa Barat termasuk di Kabupaten Pangandaran. “Alhamdulillah semua pihak sigap untuk melakukan penanggulangan bencana secara bersama-sama, yang sebelumnya mengungsi karena khawatir tsunami juga sudah kembali ke rumah,” tutur dia.
Menurut dia, yang menjadi perhatian saat ini yaitu proses rehab rekondisi untuk rumah-rumah yang rusak. “Tentu kita semua bertanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat melalui BNPB akan membicarakan hal ini. Seperti apa pembagian tanggung jawabnya,” ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut, Aher juga mengingatkan agar masyarakat sadar bencana mengingat sebagian wilayah di Jawa Barat termasuk Priangan Timur merupakan wilayah rawan bencana. “Kita memang harus menyadarkan masyarakat bahwa kita hidup di daerah rawan bencana. Oleh karena itu, segala kehidupan kita harus menyesuaikan, termasuk juga dalam membuat bangunan,” ungkapnya.
Dari hasil pantauannya, banyak bangunan roboh karena struktur bangunan yang tidak baik. “Tulang bangunannya banyak yang kecil. Kemudian campuran semennya tidak standar. Ini perlu bimbingan. Saya mengimbau masyarakat juga berkoordinasi dengan pemerintah saat membuat bangunan,” jelas dia. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.